
Bantul mengurangi pasokan ikan dari luar daerah

Bantul (Antara) - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berupaya mengurangi pasokan ikan dari luar daerah dengan meningkatkan produksi hasil perikanan tangkap daerah ini.
"Upaya untuk mengurangi pasokan ikan dari luar daerah dengan meningkatkan produksi, kalau di laut kami melakukan pembinaan dan pelatihan kepada nelayan," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bantul, Edy Machmud di Bantul, Rabu.
Menurut dia, salah satu upaya yang dilakukan belum lama ini adalah pelatihan pembuatan alat tangkap `gill net` adalah jenis jaring yang berbentuk empat persegi panjang yang di dalam air kedudukannya menghadang pergerakan ikan untuk menjerat ikan itu.
Dengan alat tangkap tersebut, kata dia, diharapkan hasil perikanan tangkap laut meningkat dibanding dengan menggunakan peralatan jaring sederhana.
"Sedangkan (peningkatan produksi ikan) di air tawar dengan pelatihan kepada kelompok pembudidaya ikan, kami rutin mengadakan sehingga wawasan kelompok bertambah dan hasil ikan budi daya meningkat," katanya.
Sementara itu, staf Sub Bagian (Subbag) Program DKP Bantul, Rosita mengatakan, produksi ikan laut di Bantul pada 2015 mencapai sekitar 360 ton ikan, sementara produksi ikan air tawar mencapai sebanyak 13 ribu ton ikan.
"Produksi ikan laut hasilnya kalah jauh dibanding air tawar, karena kelompok pembudidaya perikanan itu hampir terdapat di semua kecamatan, misalnya di Banguntapan dan Piyungan itu produksinya tinggi," katanya.
Namun demikian, kata dia, dengan produksi ikan tersebut, Bantul masih mendatangkan pasokan berbagai jenis ikan dari luar daerah untuk mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat maupun warung-warung kuliner ikan di Kabupaten Bantul.
"Ikan yang masuk ke Bantul rata-rata sekitar 16 ribu ton per tahun, diambil dari wilayah pantai utara Semarang untuk ikan bandeng, sedangkan untuk lele dan gurame mendatangkan dari daeraah Jawa Timur," katanya.
(KR-HRI)
Pewarta : Heri Sidik
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
