
Pemkab pindahkan Gasebo Siyono ke Taman Kuliner
Gunung Kidul, (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memindahkan gasebo dari di Gedung Serbaguna Siyono Logandeng ke Taman Kuliner Wonosari karena lokasi tersebut akan dibangun gerai makanan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gunung Kidul Edy Praptono di Gunung Kidul, Rabu, mengatakan pemindahan gasebo milik Bidang Aset DPPKAD dari sekitar Gedung Serbaguna Siyono Logandeng ke Taman Kuliner tidak masalah.
"Rencana pemindahan itu kebijakan bidang aset, jadi tidak masalah karena sekarang didirikan di taman kuliner," katanya.
Ia mengatakan pemindahan tersebut karena lahan tersebut akan digunakan pihak ketiga untuk membangun gerai makanan. Hal ini untuk mendukung pariwisata yang sedang berkembang karena Pemkab tidak memiliki anggaran sehingga disewakan pihak ketiga.
Nanti akan didirikan bangunan, dan toko-toko kecil di sekitar komplek juga akan diminta menjual barang kerajinan.
"Pemkab akan menerima uang sewa dan retribusi pajak bulanan," katanya.
Meskipun demikian, Edy mengatakan proses ini akan dilanjutkan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindagkop-ESDM).
"Kalau desain awal seperti itu, dan selanjutnya proses dilanjutkan Disperindakop-ESDM," katanya.
Kalangan DPRD Gunung Kidul mempersoalkan pembangunan gasebo yang dipindahkan dari Gedung Serbaguna Siyono Logandeng ke Taman Kuliner. Pemkab menilai pemindahan tersebut tidak masalah.
Anggota Fraksi PKS DPRD Gunung Kidul Arif Wibowo mengatakan pemindahan gazebo yang berjumlah tujuh buah ini menimbulkan tanda tanya karena selama ini gasebo tersbut sudah menjadi lokasi tempat faovorit masyarakat untuk beristirahat di sekitar Gedung Serbaguna Siyono.
"Kasihan masyarakat yang mulai menikmati keberadaan gazebo di gedung Serbaguna," katanya.
Ia mengatakan tahap awal perencanaan, berdirinya Gedung Serbaguna dan bangunan gasebo sempat menjadikan pertanyaan. Menurut dia, awalnya bekas pasar hewan tersebut akan digunakan untuk pusat kerajinan, namun berubah menjadi gedung serbaguna, dan di sekitarnya didirikan gazebo.
"Dari awal terlihat sudah tidak ada konsistensi perencanaan. Sekarang gasebo dibongkar," katanya.
Arif mengatakan pihaknya berharap ada penjelasan dari pemkab ke masyarakat terkait pemindahan gasebo tersebut oleh Kantor Pengelolaan Pasar (KPP) dipasang di Taman Kuliner Wonosari.
"Masyarakat butuh penjelasan karena melihat manfaat sama-sama bermanfaat, kenapa kantor pasar tidak membuat saja gasebo sendiri, kalau memang di gedung serbaguna dibutuhkan," kata dia.
(U.KR-STR)
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026