Pembudi daya bandeng Pantai Trisik beralih nila

id Nila

Pantai Trisik di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta,(Foto ANTARA/Mamiek)

Kulon Progo, (Antaranews Jogja) - Pembudi daya ikan bandeng di kawasan Pantai Trisik, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta beralih membudidayakan ikan nila karena pemeliharaannya lebih mudah.

Ketua Kelompok Bandeng Jaya Trisik Supoyo di Kulon Progo, Kamis, mengatakan merawat ikan nila tidak sesulit memelihara bandeng karena cukup satu kali tebar dan kemudian dapat memanennya.

"Dari segi pakan, nila hitam hanya membutuhkan pakan alami, berasal dari buangan tambak udang yang berada tidak jauh dari kolam ikan nila," kata dia.

Ia mengatakan budi daya ikan nila hitam berawal dari bantuan ikan dari pemerintah, padahal bibit yang pembudi daya butuhkan benih bandeng. Pada perkembangannya, nila hitam tersebut memakan ikan bandeng yang masih berukuran kecil."Sampai saat ini, kami kesulitan mencari predator bagi nila, sehingga kami terus membudidayakan nila hitam," kata dia.

Supoyo mengatakan di Trisik, Kelompok Bandeng Jaya Trisik memiliki empat kolam bandeng, dan ada salah satu kolam paling luas mencapai satu hektare.

Sampai saat ini, kelompoknya sudah panen ikan nila hitam enam kali dengan satu kali panen bisa menghasilkan sekitar dua sampai tiga kuintal nila hitam.

"Satu kali panen, kelompok kami bisa menghasilkan enam ton ikan nila hitam. Namun, hasil panen bisa berkurang secara drastis saat memasuki musim kemarau," katanya.

Salah satu tengkulak ikan Yogyakarta, Tutik, mengatakan permintaan ikan nila di DIY dan luar daerah itu tinggi, namun hasil produksi masih kurang.

Harga nila merah berkisar Rp22.000 hingga Rp25.000 per kilogram dari tingkat pembudi daya, di pasaran berkisar Rp26.000 hingga Rp27.000 per kg.

Harga nila hitam di tingkat pembudi daya berkisar Rp15.000 per kg, di pasaran bisa dibanderol Rp18.000 per kg.

"Ikan nila yang kami beli dari pembudi daya di Trisik ini, rencananya akan kami jual di Pati, Klaten, Bogor, dan beberapa daerah lain," katanya. ***1***

(KR-STR)

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar