Pemdes Pacarejo Semanu lakukan normalisasi enam luweng

id Luweng

Ilustrasi Luweng di Gunung Kidul (FOTO ANTARA)

Gunung Kidul, (Antaranews Jogja) - Pemerintah Desa Pacarejo, Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan normalisasi enam luweng di desa setempat karena beberapa wilayah terendam air saat hujan deras.

Kepala Desa Pacarejo Suhadi di Gunung Kidul, Jumat, mengatakan, pihak desa sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk membersihkan luweng sebagai tempat pembuangan air.

"Ada enam luweng yang ada di desa kami, mamtinya akan dilakukan normalisasi," katanya.

Ia mengatakan koordinasi ini dilakukan untuk mencegah genangan air kembali terjadi sebab hujan deras yang terajadi Kamis (11/1) malam, menyebabkan genangan di beberapa lokasi. Akibatnya, sejumlah lahan dan lokasi wisata terendam air.

Air di Telaga Sureng dan Telaga Jonge yang ada di Desa Pacarejo terus meninggi, sampai meluap hingga mengalir ke jalan-jalan dan wilayah desa. Sejumlah jalan penghubung pun terendam dan tak dapat dilalui.

"Dusun Jasem Lor terendam air akibat hujan semalam. memang tidak ada rumah warga yang terendam, akses jalan yang terendam," katanya.

Suhadi mengatakan, selain lahan tegalan dan jalan, genangan air juga menyebabkan lokasi wisata Kali Suci.

"Tadi airnya sampai kelihatan di permukaan, sehingga harus ditutup sementara," katanya.

Gereja Katolik Paroki Santo Petrus Kanisius Wonosari menggagas gerakan pelestarian luweng di sejumlah lokasi.

Romo Rosarius Sapto Nugroho Pr mengatakan saat melakukan pendataan di sejumlah lokasi banjir menemukan luweng beralih fungsi sebagai tempat pembuangan sampah. Padahal menurut dia, luweng resapan air alamiah merupakan salah satu sistem alami.

"Sudah banyak yang berubah fungsi. Ini yang menyebabkan sistem alam air ke perut bumi tidak bisa lancar," kata Romo Sapto.

Selain berubah menjadi tempat pembuangan sampah, luweng banyak yang tertimbun tanah dan dedaunan sehingga air sulit masuk, dan terjadi genangan. Bersama relawan tim kerja pelayanan kemasyarakatan Paroki Wonosari kini tengah gencar menjalin kerjasama dengan seluruh masyarakat umum untuk menggagas kegiatan pelestarian luweng.

"Kondisi luweng banyak di sekitar hunian pemukiman warga, ladang, dan pegunungan, banyak tidak diketahui fungsi dan cara kerja alam," ucapnya.

Salah satu lokasi yang dilakukan pengembalian fungsi luweng yakni di RT 3 Dusun Blekonang, Desa Tepus. Kegiatan swadaya pengembalian fungsi luweng dilakukan dengan gerakan gotong royong melibatkan semua masyarakat berbagai usia. Tertutupnya luweng tersebut menyebabkan tujuh rumah warga setinggi hampir 1,5 meter.

"Akan terus kami lanjutkan ke wilayah lain. Saat ini gerakan pelestarian luweng rencananya akan dilakukan di Dusun Kuwon Kidul, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu," tuturnya. ***4***


(KR-STR)


Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar