"Guiding Block" Malioboro dinilai tidak berfungsi maksimal

id Guiding Block,Malioboro,Kota Yogyakarta

"Guiding Block" Malioboro dinilai tidak berfungsi maksimal

Pedestrian Malioboro, dok (Foto ANTARA/Liliana Jauri/ags/17)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - "Guiding block" yang dipasang di jalur pedestrian Malioboro khususnya di depan Pasar Beringharjo dinilai tidak berfungsi maksimal karena terhalang lapak pedagang.

"Keberadaan `guiding block` sangat penting untuk membantu penyandang disabilitas, khususnya tunanetra sehingga bisa berjalan dengan aman. Namun, banyak yang tidak berfungsi maksimal karena tertutup lapak atau kursi pedagang. Bahkan sudah ada yang rusak," kata Koordinator Forum Pemantau Independen (Forpi) Pemerintah Kota Yogyakarta FX Harry Cahya di Yogyakarta, Rabu.

Menurut Harry, sudah ada beberapa penyandang disabilitas yang mengadukan permasalahan tersebut sehingga perlu dilakukan pengecekan ke lapangan sebagai dasar bagi Forpi untuk memberikan rekomendasi ke kepala daerah.

Forpi kemudian meminta bantuan petugas keamanan Malioboro, Jogoboro, untuk mengingatkan pedagang agar memundurkan lapak atau kursi sehingga tidak menutupi "guiding block".

Salah satu Jogoboro, Sulis Setyawan mengatakan, sudah kerap mengingatkan pedagang agar tidak menutupi "guiding block" yang ada di sepanjang jalur pedestrian.

"Tetapi biasanya mereka kembali memajukan gerobaknya. Kami hanya bisa mengingatkan, tidak bisa menindak," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komite Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas Kota Yogyakarta Nurul Saadah Andriani mengatakan, "guiding block" yang terpasang di trotoar tidak dapat berfungsi maksimal.

"Sudah ada beberapa yang mengadu dari penyandang tunanetra karena mereka menabrak lapak saat berjalan di Malioboro. Akhirnya, mereka pun memilih untuk jalan di badan jalan," katanya.

Selain terhalang lapak pedagang, Nurul juga menyayangkan banyak "guiding block" di jalur pedestrian Malioboro yang kondisinya sudah rusak.

"Fasilitas memang diberikan. Namun, kami juga berharap agar pemasangannya memperhatikan berbagai aspek sehingga fasilitas itu dapat digunakan dengan maksimal," katanya.

Ia pun mengkritisi pemilihan warna "guiding block" yang kurang ideal karena berwarna keperakan. "Kami lebih berharap agar `guiding block` berwarna kuning karena masih bisa ditangkap penyandang `low vision` yang tidak menggunakan tongkat," katanya.

(E013)
 
Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar