Revitalisasi Jembatan Ngampilan Yogyakarta melengkapi penataan kumuh

id Jembatan,kawasan kumuh

Revitalisasi Jembatan Ngampilan Yogyakarta melengkapi penataan kumuh

Sungai Winongo (Foto tembi.net)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta berencana merevitalisasi salah satu jembatan yang melintasi Sungai Winongo, yaitu di Kecamatan Ngampilan untuk melengkapi program penataan kawasan kumuh di lokasi tersebut.

“Di lokasi tersebut juga dilakukan penataan kawasan kumuh sehingga revitalisasi jembatan ini diharapkan dapat melengkapi penataan yang dilakukan sekaligus meningkatkan akses masyarakat,” kata Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta Umi Akhsanti di Yogyakarta, Senin.

Saat ini, pekerjaan revitalisasi Jembatan Ngampilan masih dalam proses lelang di Unit Layanan Pengadaan Pemerintah Kota Yogyakarta. Dana yang dialokasikan untuk pekerjaan revitalisasi jembatan sekitar Rp2,8 miliar.

Umi menyebut, usia jembatan penghubung antarkampung tersebut sudah cukup tua dan hanya memiliki lebar terbatas sehingga hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

“Akses menuju jembatan ini juga cukup curam, khususnya dari sisi timur. Sementara ini, akses kendaraan roda empat hanya bisa ditempuh dari sisi barat atau dari Jalan HOS Cokroaminoto karena kondisi jalan lebih mudah dilalui meskipun tidak bisa melintasi jembatan,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Umi, dalam revitalisasi jembatan penghubung kampung tersebut juga akan dilakukan pelebaran jembatan sehingga nantinya bisa dilalui mobil meskipun hanya cukup untuk satu kendaraan saja.

“Harapannya, kendaraan gawat darurat seperti ambulans atau kendaraan pemadam kebakaran bisa melintas jembatan. Kalau ada warga di sisi timur jembatan yang sakit dan butuh pertolongan kegawatdaruratan maka bisa dibawa menggunakan ambulans. Evakuasi pun lebih mudah,” katanya.

Umi berharap, proses lelang di ULP Kota Yogyakarta berjalan lancar tanpa ada kendala apapun, sehingga pekerjaan fisik jembatan bisa dilakukan mulai akhir Juli. Sedangkan beberapa kendala yang perlu diantisipasi saat pembangunan jembatan adalah permukiman warga yang cukup padat.

Selain merevitalisasi jembatan antarkampung di Kecamatan Ngampilan, DPUPKP juga melakukan revitalisasi jembatan lama di depan GL Zoo. Proses pekerjaan revitalisasi jembatan tersebut sedang berlangsung dan ditargetkan selesai pada 28 Desember sesuai kesepakatan dalam kontrak.

Dana yang dialokasikan untuk pembangunan jembatan dengan lebar sekitar tujuh meter dan panjang 46 meter tersebut mencapai sekitar Rp6 miliar.

“Untuk tahun anggaran 2019, hanya ada dua pekerjaan pembangunan jembatan yang dialokasikan. Namun, kami tetap mengalokasikan anggaran pemeliharaan untuk jembatan layang Lempuyangan yang menjadi akses lalu lintas utama warga Yogyakarta,” katanya.

Baca juga: Pekerjaan talud Sungai Code Juminahan dilelang ulang

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar