Disbud Sleman memasang papan nama di BCB untuk antisipasi vandalisme

id BCB,Vandalisme,Disbud Sleman

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Aji Wulantara saat melakukan pembersihan BCB Jembatan Rel KA Pangukan bersama Bupati Sleman Sri Purnomo dan pejabat Pemkab Sleman. (Foto Dok Humas Sleman)

Sleman (ANTARA) - Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta akan memasang papan nama di Bangunan Cagar Budaya (BCB) di wilayah itu agar masyarakat dapat lebih mengenal bangunan peninggalan sejarah serta mencegah aksi vandalisme.

"Memang masih banyak masyarakat yang belum tahu sebuah bangunan itu termasuk BCB, karena memang tidak ada papan nama di bangunan tersebut. Untuk itu kami akan memasang papan nama di setiap BCB yang ada," kata Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Sleman Aji Wulantara di Sleman, Jumat.

Ia mengemukakan belum banyak masyarakat yang sadar jika aksi vandalisme bagian dari perusakan, apalagi pada BCB yang merupakan warisan budaya.

"Saat ini memang masih banyak cagar budaya yang menjadi sasaran aksi vandalisme, seperti di Selokan 'Van Der Wijk' yang kemarin juga sempat terkena vandalisme," kata dia.

Ia mengatakan sasaran pelaku vandalisme biasanya di tempat-tempat yang minim penjagaan. Apalagi jika lokasi tersebut masih bersih karena baru saja dicat ulang.

"Para pelaku vandalisme itu mugkin terangsang dengan melihat tembok bersih, sehingag tangannya gatal ingin corat-coret. Tidak peduli itu cagar budaya atau bukan," kata dia.

Selama ini, pihaknya memang belum memasang papan nama maupun papan larangan pada BCB di berbagai wilayah di Kabupaten Sleman.

"Ke depan hal itu akan dilakukan sembari menambah fasilitas lain, seperti lampu penerangan dan tidak menutup kemungkinan memasang kamera 'Closed Circuit Television' (CCTV)," katanya.

Ia mengatakan pelaku vandalisme biasanya kalangan remaja sehingga untuk melacaknya juga cukup mudah karena setiap aksi vandalisme punya karakteristik dan identitas dari suatu kelompok.

"Seperti yang di 'Van Der Wijk' itu mudah sekali dilacak. Kebetulan ternyata yang melakukan remaja dan kebetulan statusnya juga pelajar," katanya.

Dalam mencegah aksi vandalisme, kata dia, yang utama adalah dengan mengajak masyarakat agar turut berperan dalam hal pengawasan.

'Kami sudah sosialisasi ke sekolah, tinggal sekarang melibatkan masyarakat untuk mengawasi, terutama pada BCB," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar