Pembahasan alat kelengkapan dewan DPRD Sleman terkesan alot

id DPRD Sleman,Sleman,AKD DPRD Sleman

Pembahasan alat kelengkapan dewan DPRD Sleman terkesan alot

Pengambilan sumpah jabatan 50 anggota DPRD Sleman (HO-Humas Pemkab Sleman)

Sleman (ANTARA) - Pembahasan alat kelengkapan dewan (AKD) DPRD Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga saat masih terus berjalan dan pembahasannya terkesan alot.

"Saat ini pembentukan AKD masih berjalan cukup alot, bahkan muncul dua kubu dalam pembentukan AKD," kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sleman Arif Kurniawan di Sleman, Senin.

Menurut dia, ada dua kubu yang sama-sama ingin menempatkan anggota fraksi di alat kelengkapan. Namun, dirinya tidak merinci kubu-kubu tersebut.

"Semua partai masih menilai posisi di AKD merupakan salah satu posisi strategis," katanya.

Ia mengatakan, ada partai yang meminta agar anggotanya ditempatkan di komisi tertentu yang dianggap "basah". Indikasi ini yang membuat posisi di komisi banyak jadi rebutan.

"Tidak mudah untuk bisa mengelola keinginan masing-masing fraksi yang sudah diperintah partai," katanya.

Arif mengatakan, untuk bisa mendapatkan posisi dalam satu komisi, koalisi bisa menjadi salah satu cara, sebab tanpa koalisi, tentu akan sulit dalam mendapatkan dukungan.

"Caranya anggota fraksi disebar di semua komisi. Memang bahasanya secara proporsional," katanya.

Ia mengatakan, pemilihan pengurus komisi bisa dilakukan dengan dua cara, musyawarah mufakat atau voting.

"Voting ini jadi cara terakhir," katanya.

Menurut dia, ada tiga komisi yang jadi incaran. Pertama, Komisi C yang membidangi bagian pembangunan termasuk infrastruktur.

Kedua, Komisi D yang urusannya terkait hak dasar manusia. Ketiga, Komisi B yang membidangi bagian keuangan.

"Anggaran paling banyak mengalir di tiga komisi itu, sehingga jadi rebutan. Partai juga banyak mengajukan di tiga komisi itu untuk jadi pimpinan komisi," katanya.

Pihaknya menargetkan dalam bulan ini komposisi di AKD bisa segera terbentuk, karena akan berpengaruh terhadap pembahasan APBD 2020.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar