Sleman (ANTARA) - Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menghitung nilai perputaran uang yang dibelanjakan wisatawan yang berkunjung ke wilayah itu selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 diperkirakan mencapai sekitar Rp362,79 miliar.
"Selama periode libur Natal dan tahun baru (Nataru) mulai 20 Desember 2025 sampai dengan 4 Januari 2026 estimasi perputaran uang belanja wisatawan di Sleman mencapai sebesar Rp362,79 miliar," kata Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sleman Kus Endarto di Sleman, Jumat.
Menurut dia, belanja wisatawan selama berada di Kabupaten Sleman berada dalam rentang proyeksi Rp750 ribu hingga Rp1 juta, atau bila dihitung rata-rata belanja sekitar Rp853 ribu.
"Tiga kelompok belanja wisatawan terbesar adalah akomodasi sekitar 30,45 persen, kuliner 24,75 persen dan oleh-oleh 15,23 persen," katanya.
Ia mengatakan, untuk durasi lama tinggal wisatawan di Kabupaten Sleman berada dalam rentang target 1 hingga 2 hari, atau rata-rata 1,53 hari.
"Sementara rata-rata tingkat keterisian hotel selama periode pencatatan 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 adalah sebesar 72,5 persen," katanya.
Kus Endarto mengatakan, pergerakan wisatawan di destinasi wisata di Kabupaten Sleman selama masa pencatatan adalah sebanyak 833.436, yang didominasi oleh wisatawan domestik sebesar 827.605 kunjungan atau 99,31 persen.
"Hampir sembilan puluh persen wisatawan Nusantara berasal dari Pulau Jawa," katanya.
Kemudian sekitar 97,51 persen wisatawan mengunjungi sepuluh destinasi favorit di Kabupaten Sleman. Tiga destinasi yang menjadi terfavorit wisatawan adalah kawasan lereng Gunung Merapi (Lava Tour) Kaliadem, Cangkringan sekitar 38,88 persen, Candi Prambanan 26,31 persen dan kawasan wisata alam Kaliurang 16,37 persen.
"Destinasi wisata alam menjadi destinasi yang dikunjungi 56,34 persen, wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Sleman, destinasi wisata budaya sebanyak 27,62 persen dan sisanya ke destinasi wisata buatan," katanya.
Ia mengatakan, Dinas Pariwisata Sleman sebelumnya menargetkan pergerakan wisatawan berada di antara 250.000 – 300.000, yang didominasi oleh wisatawan nusantara utamanya dari Pulau Jawa sekitar 90 hingga 95 persen.
"Sehingga estimasi perputaran uang berada dalam kisaran Rp187,5 miliar sampai dengan Rp600 miliar," katanya.
