Tim monitoring Sleman menemukan penyalahgunaan tabung elpiji bersubsidi

id Elpiji bersubsidi,Tabung elpiji,Pertamina,Kabupaten Sleman

Tim monitoring Sleman menemukan penyalahgunaan tabung elpiji bersubsidi

Tim Monitoring dan Evaluasi Elpiji Bersubsidi Kabupaten Sleman dan Pertamina saat melakukan sidak penyalahgunaan elpiji bersubsidi di salah satu pengusaha katering di Kecamatan Godean. ANTARA/HO Humas Pemkab Sleman

Sleman (ANTARA) - Tim Monitoring dan Evaluasi Elpiji Bersubsidi Kabupaten Sleman, yang terdiri atas unsur pemkab dan PT Pertamina (Persero) menemukan penyalahgunaan 112 unit tabung elpiji bersubsidi saat melakukan inspeksi mendadak, Senin.

Sidak dilakukan di wilayah Kecamatan Godean dengan menyasar usaha katering yang tidak termasuk dalam kategori rumahan atau masuk kategori menengah ke atas.

Dalam sidak diamankan sebanyak 112 tabung elpiji 3 kg bersubsidi dari tiga tempat usaha katering di wilayah Godean.

Sales Brand Manager Rayon II Pertamina Yogyakarta Haryadi mengatakan bahwa langkah yang dilakukan Pertamina bersama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman, yang berasal dari Bagian Perekonomian Setda dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan itu merupakan upaya untuk mengedukasi sekaligus mengamankan stok elpiji bersubsidi agar pemanfaatannya tepat sasaran.

"Ini sudah menjadi program rutin Pertamina bersama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman untuk memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus memastikan penyaluran elpiji subsidi 3 kg tepat sasaran," katanya.

Menurut dia, tempat usaha katering yang dilakukan sidak ini tidak termasuk industri kecil dengan melihat beberapa unsur yaitu, ukuran bangunan atau tempat produksi, jumlah stok bahan baku dan jumlah karyawan.

Sementara yang berhak dalam pemanfaatan elpiji subsidi kategori industri yaitu usaha rumahan atau menengah ke bawah.

"Dalam sidak ini kami juga melihat ke dalam sampai ke tempat produksinya, kami lihat luas bangunan, areanya, dan bahan bakunya. Ketiganya termasuk kategori menengah ke atas namun masih menggunakan elpiji subsidi," katanya.

Haryadi mengatakan, penyalahgunaan pemanfaatan elpiji subsidi ini bisa menjadi salah satu faktor kelangkaan dan distribusi yang tidak tepat sasaran terlebih di saat momen besar seperti menjelang Natal dan Tahun Baru.

Kepala Sub Bagian Ketahanan Ekonomi Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman Tien Pamungkasih mengatakan seluruh tabung elpiji bersubsidi yang telah diamankan dalam sidak tersebut, dilakukan penukaran yaitu setiap dua tabung elpiji bersusidi ditukar dengan satu tabung 5,5 kg nonsubsidi atau Bright Gasl.

"Selama ini Pemerintah Kabupaten Sleman berupaya untuk terus melakukan pengawasan terhadap distribusi elpiji bersubsidi di wilayah Kabupaten Sleman," katanya.

Ia mengatakan, selain itu, kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Sleman dengan Pertamina terus menerus dilakukan dalam pengawasan elpiji bersubsidi.

"Termasuk penindakan, baik dalam penyalahgunaan maupun penindakan bagi agen atau pangkalan nakal yang mengakibatkan distribusi elpiji bersubsidi tidak tepat sasaran," katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar