Wisatawan keluhkan kerusakan jalur wisata Pantai Glagah-Congot Kulon Progo

id jalan wisata Pantai Glagah-Congot,Kulon Progo

Wisatawan keluhkan kerusakan jalur wisata Pantai Glagah-Congot Kulon Progo

Jalan wisata Pantai Glagah-Congot di Kabupaten Kulon Progo rusak parah. (ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Wisatawan mengeluhkan rusaknya jalur wisata yang menghubungkan Pantai Glagah-Congot di selatan Bandara Internasional Yogyakarta, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, diduga akibat dilalui armada pengangkut material pembangunan bandara.

Salah seorang wisatawan asal Kebumen, Jawa Tengah, Haryanto saat ditemui di Kulon Progo, Rabu, mengharapkan pemerintah kabupaten (pemkab) segera memperbaiki jalur wisata tersebut.

"Jalannya seperti di kali, banyak genangan air dan berlubang. Semoga segera diperbaiki,” kata Haryanto.

Kondisi jalan aspal tersebut saat ini banyak yang rusak dan tergenang air, belum lagi lubang jalanan yang membuat Haryanto harus ekstra hati-hati dalam berkendara.

Sementara itu, Ketua Kelompok pelaku wisata "Mandiri Maju Bersama" Sarino Bento mengakui jalur wisata antara Pantai Glagah sampai dengan Pantai Congot yang berada di selatan Bandara Internasional Yogyakarta rusak parah.

Ia menambahkan pada jalur yang menjadi pintu masuk bagi wisatawan ke Pantai Glagah, banyak terdapat lubang jalan dan genangan air yang mengganggu akses bagi wisatawan yang ingin berkunjung.

Kondisi ini, tambah dia, menjadikan wisatawan enggan datang ke Pantai Glagah. Selama ini, wisatawan dari arah Purworejo lebih banyak yang masuk lewat Pantai Congot.

"Satu-satunya akses masuk ke Glagah hanya dari sisi timur melewati Pasar Glagah," katanya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulon Progo Gusdi Hartono mengatakan tidak ada rencana pembangunan atau perbaikan jalan di kawasan ini.

Sesuai dengan rencana detail teknis (DED) yang disusun oleh Dinas Pariwisata, kawasan ini akan dijadikan sebagai wisata hutan, sekaligus sebagai rencana induk untuk menahan abrasi dan tsunami.

"Setahu saya akses jalannya nanti jalan kaki, tapi jelasnya silakan cek DED-nya yang ada di Dinas Pariwisata," kata Gusdi.
Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar