Yogyakarta memperketat pengawasan kesehatan sapi di RPH Giwangan

id Antraks, sapi, RPH Giwangan

Yogyakarta memperketat pengawasan kesehatan sapi di RPH Giwangan

Ilustrasi (Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Yogyakarta tetap melakukan antisipasi penularan antraks, salah satunya dengan memperketat pengawasan kesehatan sapi yang masuk di Rumah Pemotongan Hewan Giwangan, meskipun daerah itu tidak memiliki banyak peternakan sapi.

“Lalu lintas sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Giwangan cukup tinggi dan banyak sapi dari luar Kota Yogyakarta yang masuk untuk disembelih. Potensi penularan antraks justru lebih besar di lokasi ini sehingga pengawasan kesehatan harus diperketat,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sugeng Darmanto di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, hingga saat ini belum ditemukan sapi di RPH Giwangan yang diduga terjangkit antraks sejak kasus antraks di Kabupaten Gunungkidul DIY muncul, beberapa waktu lalu.

“Seluruh sapi yang disembelih di RPH Giwangan dinyatakan sehat meskipun ada beberapa sapi yang berasal dari Gunung Kidul, tetapi bukan dari daerah yang diduga terjadi penularan antraks,” katanya.

Sapi dari daerah yang diduga terjadi penularan antraks, lanjut Sugeng, sudah tidak diperbolehkan keluar atau dijual ke daerah lain.

“Jika dari hasil pemeriksaan kesehatan diketahui ada sapi yang tidak sehat, maka sapi akan dikembalikan. Sapi tidak diperbolehkan dipotong di RPH Giwangan,” katanya yang menyebut rata-rata ada sekitar tujuh sapi yang disembelih di RPH Giwangan setiap hari.

Selain memperketat pengawasan di RPH Giwangan, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta juga melakukan pemantauan di tempat penggemukan sapi yang ada di Kecamatan Tegalrejo dan Kecamatan Kotagede.

“Lokasi peternakan, atau lebih tepatnya penggemukan sapi hanya ada di dua kecamatan itu. Total populasinya sekitar 150 ekor. Di lokasi tersebut, kami melakukan pengawasan sekaligus pengambilan sampel,” katanya.

Dari pemantauan yang dilakukan, Sugeng memastikan seluruh sapi dalam kondisi yang sehat dan tidak ada hewan yang menunjukkan gejala terserang antraks atau penyakit lain. “Biasanya, sapi yang terserang antraks mengalami demam tinggi,” katanya.

Peternak juga diimbau untuk tetap memerhatikan kondisi kandang sehingga tetap bersih dan tidak lembab. “Apalagi saat musim hujan seperti ini. Kondisi kandang jangan sampai lembab karena akan memudahkan bakteri atau virus berkembang biak. Jika diperlukan, maka bisa diberi disinfektan,” katanya.

Pakan yang diberikan untuk sapi, lanjut Sugeng, juga harus diperhatikan agar sapi memeroleh makanan dengan kualitas baik sehingga kondisi kesehatannya pun terjaga.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar