Penelitian genetik menunjukkan panda merah sebenarnya dua spesies berbeda

id panda,penelitian

Penelitian genetik menunjukkan panda merah sebenarnya dua spesies berbeda

Panda Merah berusia satu tahun duduk di pepohonan setelah baru saja tiba di kandang baru di Manor Wildlife Park, St Florence, dekat Tenby di Wales 18 Juli 2018. REUTERS / Rebecca Naden / File Foto (reuters.com)

Penemuan keberadaan dua spesies yang terpisah dapat membantu memandu upaya konservasi untuk mamalia yang disukai oleh banyak orang itu meskipun jumlahnya berkurang di alam liar, tambah mereka.
Washington (ANTARA) - Panda merah, pemakan bambu berekor tebal dan berbulu coklat kemerahan yang hidup di hutan berpohon tinggi Asia, bukanlah spesies tunggal melainkan dua spesies yang berbeda, menurut penelitian genetik paling komprehensif hingga sekarang pada mamalia yang terancam punah ini.

Pada Rabu, para ilmuwan mengatakan mereka menemukan perbedaan besar antara dua spesies - panda merah cina dan panda merah himalaya - dalam tiga tanda genetik yang dihasilkan dari analisis DNA dari 65 hewan.

Penemuan keberadaan dua spesies yang terpisah dapat membantu memandu upaya konservasi untuk mamalia yang disukai oleh banyak orang itu meskipun jumlahnya berkurang di alam liar, tambah mereka.

Baca juga: KAI Daop 6 Yogyakarta meningkatkan kewaspadaan penyebaran COVID-19

Panda merah cina ditemukan di Myanmar utara serta provinsi Tibet tenggara, Sichuan dan Yunnan di China, sementara panda merah himalaya adalah asli Nepal, India, Bhutan, dan Tibet selatan di China, ujar para peneliti.

Para ahli dunia telah memperkirakan total populasi panda merah di alam liar sekitar 10.000 ekor.

"Untuk melestarikan keunikan genetik dari dua spesies itu, kita harus menghindari kawin silang dalam penangkaran," kata ahli biologi konservasi Akademi Ilmu Pengetahuan Cina Yibo Hu, yang bersama dengan rekannya Fuwen Wei memimpin penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances. "Perkawinan antarspesies dapat merusak adaptasi genetik yang telah ditetapkan untuk lingkungan habitat lokal mereka."

Panda merah Himalaya lebih langka dan membutuhkan perlindungan segera karena keragaman genetik yang rendah dan populasi yang kecil, kata Hu. Sungai Yalu Zangbu kemungkinan besar menandai batas geografis yang memisahkan kedua spesies, bukan Sungai Nujiang seperti yang diyakini sebelumnya, Hu menambahkan.

Kedua spesies juga berbeda dalam warna dan bentuk tengkorak.

“Panda merah Himalaya memiliki lebih banyak putih di wajah, sementara warna bulu wajah dari Panda merah Cina lebih merah dengan lebih sedikit putih di atasnya. Cincin pada ekor panda merah cina sedikit berbeda dari panda merah himalaya, dengan cincin gelap menjadikannya lebih berwarna merah tua dan cincin yang berwarna pucat menjadi tampak putih, ”kata Hu.

Baca juga: DIY menggencarkan promosi untuk wisatawan nusantara

Sedikit lebih besar dari kucing domestik, panda merah memiliki bulu tebal, bermoncong pendek dan telinga yang runcing, menghabiskan sebagian besar hidupnya di pohon dan sering makan bambu. Ancaman utama terhadap panda merah termasuk penggundulan dan pengurangan habitat mereka karena perkembangan manusia.

Meski nama-namanya serupa, panda merah dan panda raksasa tidak saling terkait. Panda raksasa adalah salah satu dari delapan spesies beruang di dunia.

Panda merah, tidak memiliki hubungan hidup yang dekat, kadang-kadang disebut fosil hidup sebagai satu-satunya anggota keluarga mamalia Ailuridae yang tersisa. Mereka mungkin terkait paling dekat dengan kelompok yang mencakup musang, rakun, dan sigung.
 
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar