Basarnas terjunkan tim cari dua nelayan hilang di Malut

id Dua nelayan hilang ,di perairan Kuwo, Halmahera Selatan

Basarnas terjunkan tim cari dua nelayan hilang di Malut

Tim SAR menerjunkan personel untuk mencari dua nelayan hilang di perairan Kuwo Halmahera Selatan, Sabtu (24/1/2026). ANTARA/HO- Basarnas (Abdul Fatah)

Ternate (ANTARA) - Kantor SAR Ternate, Maluku Utara (Malut), melaporkan terjadi kondisi membahayakan jiwa dua nelayan hilang kontak di perairan Desa Kuwo, Halmahera Selatan, saat bepergian menggunakan perahu katinting.

Kepala Kantor SAR Ternate Iwan Ramdani di Ternate, Sabtu, menjelaskan sesuai kronologi kejadian yang diterima pada 21 Januari 2026 empat warga Desa Kuwo melakukan perjalanan dari Desa Widi menuju Desa Kuwo menggunakan dua perahu katinting, masing-masing dengan dua orang penumpang.

Sekitar pukul 13.30 WIT perahu katinting yang ditumpangi korban yakni Set Popoko (58 tahun) dan Festus Ramuda (44 tahun) memutuskan untuk kembali karena terdapat barang yang jatuh ke laut, sementara satu perahu katinting lainnya melanjutkan perjalanan menuju Desa Kuwo. Namun hingga waktu yang ditentukan, perahu katinting yang membawa korban belum juga tiba di Desa Kuwo.

Rekan korban kemudian melakukan pencarian di sepanjang jalur penyeberangan, namun tidak menemukan perahu maupun korban. kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pemerintah desa setempat untuk dilakukan upaya pencarian. Hingga saat ini korban masih belum ditemukan.

Upaya pencarian telah dilaksanakan oleh masyarakat Desa Kuwo sejak tanggal 21 Januari dan hingga saat ini belum membuahkan hasil. Selanjutnya Pemerintah Desa Kuwo melaporkan kejadian tersebut kepada Basarnas guna meminta bantuan perbantuan pencarian dan evakuasi.

Kepala Kantor SAR Ternate Iwan Ramdani mengatakan pada 24 Januari 2026 pukul 06.20 WIT, Tim SAR Ternate bergerak menuju ke Lokasi Kejadian Perkara (LKP) di Desa Kuwo untuk melaksanakan operasi SAR

Iwan menambahkan unsur SAR yang terlibat dalam pencarian antara lain dari Kantos SAR Ternate, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Malut, Pemerintah Desa Kuwo, dan masyarakat setempat.

Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.