Mahathir: usulan pencalonan anaknya jadi Wakil PM bukan darinya

id Malaysia,Mahathir,Mukhriz Mahathir,pencalonan wakil PM

Mahathir: usulan pencalonan anaknya jadi Wakil PM bukan darinya

Mantan Perdana Menteri Malaysia Dr Mahathir Mohamad mengungkapkan penyebab dirinya mundur dari jabatan perdana menteri dan ia mengundurkan diri sebagai Ketua Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) pada Senin 24 Februari 2020. Agus Setiawan/tM

Kuala Lumpur (ANTARA) - Mantan Perdana Menteri Malaysia Dr Mahathir Mohammad mengatakan usulan pencalonan anaknya, Datuk Seri Mukhriz Mahathir, menjadi calon wakil perdana menteri Malaysia bukan dari dirinya.

"Saya sadar saya akan dikritik apabila mencalonkan anak saya Mukhriz sebagai Wakil Perdana Menteri II," ujar Mahathir i Kuala Lumpur, Senin, 

Mahathir mengatakan usulan tersebut tidak datang dari dirinya karena, dalam pernyataan bersama Ketua Partai Amanah Mohamad bin Sabu dan Sekjen Partai DAP Lim Guan Eng pada 22 Juni 2020, pelantikan Mukhriz sebagai Wakil Perdana Menteri II sudah disebut.

"Saya berada dalam keadaan serba salah. Di waktu saya jadi Perdana Menteri kali pertama saya telah larang anak saya dari bergiat dalam politik, khusus sebagai anggota partai pemerintah. Saya tidak mau dituduh mempraktekkan nepotisme, memberi keistimewaan kepada keluarga saya," katanya.

Namun karena dirinya dirinya tidak lagi menjadi perdana menteri, ujar Mahathir, tanggung jawab menjaga nama dirinya tidak sepatutnya dipikul terus menerus oleh anaknya. Menurut Mahathir, anaknya bebas untuk berpolitik dan berhasil atau tidaknya sang anak dalam perpolitikan tergantung pada diri mereka sendiri.

"Apabila nama Mukhriz diusulkan untuk jabatan-jabatan tertentu, saya tidak ada hak untuk menentang karena kepentingan diri saya," katanya.

Dia mengatakan terserah kepada masing-masing orang apakah mereka akan percaya pada penjelasannya itu.

"Sudah tentu orang yang bermusuhan dengan saya, akan mengatakan sinis. Ini saya terima karena memang ia adalah naluri manusia," katanya.




 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar