Muhammadiyah menerjunkan tim penanggulangan bencana ke Majene

id MDMC,majene,Muhammadiyah

Muhammadiyah menerjunkan tim penanggulangan bencana ke Majene

Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) terjunkan relawan untuk bencana Sulawesi Barat. (Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC))

Jakarta (ANTARA) - Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerjunkan tim yang biasa membantu korban di lokasi bencana untuk menanggulangi korban dan dampak bencana alam gempa bumi di Majene Provinsi Sulawesi Barat.

Ketua  Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Budi Setiawan kepada wartawan di Jakarta, Jumat mengatakan telah berkoodinasi dengan MDMC Luwuk, MDMC Sulawesi Selatan, dan MDMC Sulawesi Tengah. Saya sudah instruksikan untuk segera berangkat ke Mamuju.

MDMC Kalimantan Timur juga diminta untuk memberi dukungan dalam merespons pada gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 tersebut.

Koordinator Divisi Tanggap Darurat MDMC PP Muhammadiyah Indrayanto mengatakan MDMC terkendala melakukan komunikasi dengan MDMC Sulawesi Barat.


“Kemungkinan karena fasilitas komunikasi mengalami kerusakan kami mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan MDMC Sulawesi Barat. Namun demikian, kami sempat mendapatkan informasi berupa foto giat respons yang sudah dilakukan relawan kami di sana,” katanya.

Berdasarkan informasi tersebut, kata dia, relawan MDMC Sulawesi Barat sudah turun langsung di lapangan membantu warga yang terdampak. Prioritas pertama yang dilakukan saat ini adalah evakuasi warga yang masih terjebak reruntuhan bangunan.

Indrayanto mengatakan selanjutnya MDMC akan mengerahkan sumber daya yang diperlukan untuk membantu warga terdampak, termasuk kemungkinan harus mengerahkan tim dari berbagai klaster seperti kesehatan, psikososial, hunian dan sanitasi.

“Melihat dari informasi-informasi awal yang masuk, kerusakan yang timbul akibat gempa ini cukup masif. Oleh karena itu, kami kemungkinan harus mengerahkan semua kekuatan yang diperlukan untuk membantu warga terdampak,” katanya.

 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar