Masyarakat Bantul diminta hemat manfaatkan bantuan air bersih

id BPBD Bantul ,Bantuan air bersih , Hemat air

Masyarakat Bantul diminta hemat manfaatkan bantuan air bersih

Warga Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta memanfaatkan bantuan air bersih. ANTARA/Hery Sidik

Bantul (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta meminta masyarakat terdampak kekeringan karena musim kemarau agar hemat dan bijak dalam memanfaatkan bantuan air bersih yang telah didistribusikan pemerintah.

Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol di Bantul, Kamis, mengatakan instansi ini telah mendistribusikan bantuan air bersih 27 tangki atau setara 135.000 liter untuk lima pedukuhan terdampak kekeringan di Kecamatan Srandakan.

"Ketika kekeringan semakin luas, kami khawatir droping air bersih dari BPBD Bantul untuk lima pedukuhan itu dimungkinkan tidak bisa dilakukan dua hari sekali, malah jadi tiga hari sekali, lima hari sekali, atau bahkan 10 hari sekali. Jadi kalau bisa bantuan air yang diberikan dihematlah," katanya.

Dia mengatakan masyarakat yang terdampak kekeringan agar bijak memanfaatkan bantuan air bersih karena apabila musim kemarau terjadi lebih lama ada kemungkinan masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih semakin meluas.

Baca juga: BPBD Bantul telah distribusikan 22 tangki air bersih ke wilayah kekeringan

Dampak kekeringan dialami masyarakat di Srandakan, katanya, karena debit air sumur di lima pedukuhan di Kelurahan Trimurti selama beberapa waktu lalu surut. Hal tersebut, diduga karena adanya groundsiil atau bangunan melintang sungai di aliran Sungai Progo yang jebol.

"Karena groundsill Sungai Progo Srandakan itu jebol, akhirnya ada lima pedukuhan yang sumurnya terdampak. Lima pedukuhan itu adalah Pedukuhan Srandakan, Nengahan, Bendo, Gerso, dan Lopati," katanya.

Saat ini, katanya, penanganan kebutuhan air bersih di lima pedukuhan hanya dilakukan dengan cara memberikan bantuan air bersih dalam dua hari sekali, karena menyesuaikan dengan ketersediaan armada tangki.

Baca juga: BPBD Bantul siapkan 560 tangki air bersih untuk antisipasi kekeringan

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau basah di Bantul akan berlangsung hingga Oktober 2025. Dengan musim tersebut, berarti ada kondisi dengan cuaca panas, namun kadang terjadi hujan.

"Kalau selama belum ada pembenahan groundsil Sungai Progo Srandakan, maka masyarakat dari lima pedukuhan itu dimungkinkan masih tetap terdampak kekeringan. Dan mungkin, ini bisa terjadi semakin meluas," katanya.

Sebagai langkah lebih lanjut, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi permohonan penyaluran air dari PDAM untuk lima pedukuhan. Hal itu karena di lokasi tersebut sebelumnya sudah ada jaringan air, walaupun sudah lama tidak berfungsi.

"Kami harap nantinya juga ada CSR (Program tanggung jawab sosial perusahaan) yang turun dengan pemberian sumur bor. Karena sementara ini belum ada bantuan sumur bor. Namun, Pemkab Bantul juga sedang menghitung pengajuan pengadaan sumur bor yang akan digarap oleh instansi terkait," katanya.

Baca juga: BPBD Bantul distribusi air bersih ke warga terdampak kekeringan di Srandakan

Baca juga: LSM PENJARA 1 akan gelar Baksossambut Hari Bhayangkara ke-79 di Gunungkidul

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.