Imunisasi campak digencarkan cegah penyebaran di pengungsian

id Kemenkes, kementerian kesehatan, campak, imunisasi campak

Imunisasi campak digencarkan cegah penyebaran di pengungsian

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Rabu (7/1/2026). ANTARA/Mecca Yumna

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan menggencarkan imunisasi khusus campak sejak Senin (5/1) di sejumlah lokasi terdampak bencana di Sumatera, sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit menular tersebut pada anak-anak di pengungsian.

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Rabu, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan, penyakit yang paling banyak ditemukan di infeksi saluran pernapasan akut (Ispa), penyakit kulit, dan diare. Pihaknya telah mengirimkan obat-obatan yang sesuai guna penanganan penyakit-penyakit itu.

"Nah, penyakit menular yang kita amati dengan sangat dekat, itu yang kita paling takut campak. Karena, campak itu penularannya, kalau teman-teman ingat waktu COVID-19, reproduction rate, satu orang bisa nularin berapa, itu paling banyak di campak," katanya.

Adapun risiko campak teridentifikasi di lima kabupaten."Di situ kita sudah lakukan imunisasi program khusus. Jalan sejak minggu ini. Jadi, hari Senin (6/1) itu juga jalan. Jadi, program imunisasi anak-anak di daerah-daerah yang sudah kita identifikasi ada campaknya," katanya.

Baca juga: Dokter: Waspadai gejala campak yang dapat sebabkan komplikasi

Baca juga: Dinkes Yogyakarta intensifkan deteksi dini penyakit campak

Pihaknya juga mengidentifikasi sejumlah penyakit menular lainnya, seperti tuberkulosis (TBC) dan leptospirosis.

Menurutnya, imunisasi campak penting guna melindungi anak-anak itu.

Pada kesempatan yang sama, dia menyebutkan pihaknya mengirimkan sekitar 4.000 relawan ke berbagai daerah terdampak bencana di Sumatera. Para relawan itu, tidak hanya menangani masalah kesehatan fisik warga terdampak, namun juga kesehatan jiwa.

Budi mencontohkan sejumlah tenaga kesehatan mengajak pengungsi anak-anak untuk bermain bersama. "Setiap kali batch kita kirim 30-35 psikolog klinis kayak dia, yang tugasnya bercerita, menghibur, membuat ketawa, karena nggak semuanya kan masalahnya itu di fisik," katanya.


​​​​​​​




Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemenkes gencarkan imunisasi campak cegah penyebaran di pengungsian

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.