Konflik AS-Iran, memori revolusi 47 tahun silam

id AS-Iran,konflik,revolusi Iran,khomeini,shah iran Oleh Asro Kamal Rokan *)

Konflik AS-Iran, memori revolusi 47 tahun silam

Orang-orang ikut serta dalam demonstrasi di Teheran, Iran, Senin (12/1/2026). Puluhan ribu warga pro-pemerintah turun ke jalan menanggapi seruan dari pihak berwenang Iran untuk menunjukkan solidaritas. ANTARA/Xinhua/Shadati/aa.

Jakarta (ANTARA) - Konflik Amerika Serikat-Iran, yang saat ini kembali memanas, berakar tunjang sangat dalam.

Dukungan Amerika Serikat pada Shah Iran Reza Pahlavi, yang despotik dan tiran, memantik Revolusi Iran pada 1979. Pahlavi yang berkuasa selama 38 tahun sejak 1941 berakhir tragis. Sejak itu pula, AS menjadi musuh utama rakyat Iran.

Revolusi Iran merupakan revolusi terbesar ketiga di dunia setelah Revolusi Bolshevik di Rusia (1917) dan Revolusi Prancis (1789). Tiga revolusi terbesar dalam sejarah dunia tersebut mengubah sistem pemerintahan dari monarki absolut menjadi pemerintahan dari rakyat.

Di Iran, revolusi yang dipimpin Ayatullah Khomeini— ulama kharismatik yang saat itu berusia 77 tahun—mengakhiri sistem pemerintahan kerajaan selama 2.500 tahun sejak berdirinya Kerajaan Persia. Revolusi ini melahirkan Republik Islam, paduan sistem teokrasi (Ulama/Ayatullah) dengan demokrasi perwakilan.

Revolusi Iran dipicu kepemimpinan diktator Shah (raja) Iran Mohammad Reza Pahlavi, yang didukung Amerika Serikat. Selama berkuasa selama 38 tahun, Reza Pahlavi menindas rakyat dan ulama. Kebebasan berpendapat dibelenggu. Rezim ini pun dikenal korup.

Baca juga: Ali Khamenei: Trump bertanggung jawab atas korban jiwa di Iran

Namun, Amerika Serikat, sejak masa Presiden Rixard Nizon, Gerald Ford, hingga Jimmy Carter, mendukung rezim tiran ini—yang mereka sebut mitra strategis. Amerika menjual senjata dan mengeruk minyak dari Iran.

Perlawanan para ulama, terutama dari kota kecil Qom, terhadap Sah Iran, sudah terjadi sejak 1962. Para ulama, yang dipimpin Khomeini, memprotes revisi undang-undang pemilu, reformasi tanah, privatisasi perusahaan negara, dan pelantikan pejabat tanpa Al-Quran. Khomeini menggalang para ulama memboikot kebijakan Shah Iran dan menuduh Shah Iran menyebarkan korupsi moral, juga agen Amerika Serikat dan Israel.

Shah Iran marah. Ayatoulah Khomeini ditangkap Juni 1963. Penangkapan ini memicu kemarahan ulama dan rakyat Iran. Demonstrasi besar-besaran terjadi di kota Qom, Teheran, Shiraz, Mashhad, dan Varamin.


COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.