Jakarta (ANTARA) - AirNav Indonesia memperkuat pengawasan ruang udara dan memastikan kesiapan layanan navigasi penerbangan guna mendukung kelancaran serta keselamatan operasional selama periode angkutan Lebaran 2026.
Direktur Operasi AirNav Indonesia Setio Anggoro mengatakan peningkatan pergerakan penerbangan selama musim mudik telah diantisipasi melalui berbagai langkah kesiapan operasional di seluruh unit layanan navigasi penerbangan.
"AirNav Indonesia telah menyiapkan seluruh aspek operasional untuk memastikan pelayanan navigasi penerbangan selama periode Angkutan Lebaran dapat berjalan aman, lancar, dan efisien," kata Setio dalam Konferensi Pers Kesiapan Pelayanan Navigasi Penerbangan AirNav Indonesia pada Angkutan Lebaran tahun 2026/1447 Hijriah di Jakarta, Senin.
Ia menyebutkan kesiapan tersebut mencakup personel operasional, fasilitas navigasi penerbangan, serta penguatan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan penerbangan.
Untuk mendukung pengelolaan lalu lintas udara secara optimal, AirNav Indonesia mengoperasikan Indonesia Network Management Centre (INMC) sebagai pusat orkestrasi pelayanan navigasi penerbangan nasional yang memantau dan mengoordinasikan operasional penerbangan secara real time di seluruh wilayah udara Indonesia.
Setio menjelaskan AirNav Indonesia juga memastikan kesiapan dukungan operasional yang meliputi lebih dari 2.800 fasilitas komunikasi, navigasi, surveillance, dan sistem ATC.
"Untuk petugas ATC sendiri, ada lebih dari 1.700 petugas yang in-charge selama periode ini, di semua kantor pelayanan AirNAv Indonesia,” ujar dia.
Kemudian, untuk memperkuat dukungan operasional, AirNav juga menugaskan lebih dari 1.000 petugas Air Traffic Service Engineers untuk memastikan kesiapan dan keandalan peralatan fasilitas.
”Sebagai tambahan, kami juga menempatkan juga sedikitnya 160 Aeronautical Information Service Officers, serta lebih dari 490 Air Communication Officers,” kata Setio.
Selain itu, kesiapan prosedur navigasi penerbangan juga telah dipastikan di ratusan bandara di Indonesia, termasuk prosedur keberangkatan (Standard Instrument Departure/SID), kedatangan (Standard Terminal Arrival Route/STAR), dan pendekatan pendaratan (Initial Approach Procedures/IAP) guna menjaga efisiensi dan keselamatan operasional penerbangan.
Lebih lanjut Setio menegaskan peningkatan trafik penerbangan selama periode Lebaran juga diiringi dengan peningkatan kewaspadaan terhadap berbagai potensi risiko keselamatan penerbangan salah satunya gangguan balon udara liar.
“Kami terus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi hazard selama periode Lebaran, seperti cuaca ekstrem, abu vulkanik, balon udara liar, potensi bird strike, serta gangguan operasional bandara maupun maskapai," katanya menjelaskan.
Dia mengatakan seluruh personel operasional juga diingatkan untuk meningkatkan disiplin terhadap prosedur serta koordinasi antar unit untuk menjaga keselamatan penerbangan.
Ia juga menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keselamatan penerbangan, khususnya terkait potensi balon udara liar yang kerap muncul pada periode Lebaran. Dua wilayah yang kerap mendapatkan sorotan akibat aktivitas balon udara liar, antara lain Kabupaten Wonosobo dan Kota Pekalongan, Jawa Tengah.
Namun belakangan, sejumlah wilayah lain juga mengindikasikan adanya aktivitas tersebut. AirNav Indonesia terus melakukan kampanye keselamatan kepada masyarakat mengenai bahaya balon udara liar bagi penerbangan, melalui berbagai media.
"Namun, masalah ini tidak akan serta merta bisa diselesaikan oleh AirNav sendirian. Kami berharap kesadaran bersama dapat terus meningkat sehingga ruang udara Indonesia tetap aman bagi seluruh penerbangan,” ujar Setio.
Dengan kesiapan infrastruktur, personel, serta koordinasi lintas pemangku kepentingan tersebut, AirNav Indonesia optimistis layanan navigasi penerbangan selama periode angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan efisien, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan nyaman.
Ia juga menyebutkan trafik penerbangan selama periode tersebut diproyeksikan meningkat sekitar 4,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski begitu, dirinya tidak merinci jumlah penerbangan tersebut.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: AirNav perkuat pengawasan ruang udara guna kelancaran angkutan Lebaran
