Satu ton ikan Laguna Trisik Kulon Progo mati diduga akibat limbah udang
Senin, 10 Juni 2019 15:49 WIB
Petugas dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo, DIY, melakukan pengambilan sampel air Laguna Trisik yang menyababkan ikan mati. (Foto ANTARA/Sutarmi)
Kulon Progo (ANTARA) - Sebanyak satu ton ikan berbagai jenis di Laguna Trisik, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mati yang diduga disebabkan karena pencemaran limbah budi daya udang.
Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Kecil Dinas Kelauta dan Perikanan (DKP) Kulon Progo Sugiharto di Kulon Progo, Senin mengatakan pihaknya mendapat laporan dari nelayan Trisik, Kecamatan Galur, bahwa sejak Rabu (5/6) hingga saat ini, ikan di Laguna Trisik banyak yang mati.
"Sampai saat ini, ikan yang mati lebih dari satu ton. Kami menduga ikan mati disebabkan limbah tambak laguna di sekitarnya," katanya.
Ia mengatakan petambak udang membuang limbah ke Laguna Trisik. Kemudian, pada musim kemarau air di laguna mengalami penyusutan, sehingga kandungan bahan organik meningkat Itu menyebabkan ikan di dalam laguna mati.
Rencana, ikan yang mati akan dikubur masal. Saat ini, DKP Kulon Progo dan nelayan Trisik mengusahakan alat berat untuk menguruk dan mengubur ikan yang mati.
Jenis ikan yang mati, yakni nila hitam, petik, keting, dan berbagai jenis ikan lainya.
"Ikan yang mati akan dikubur pada, Rabu (12/6). Lokasi kuburan ikan direncanakan di tepi laguna," katanya.
Sugiharto mengimbau kepada pembudi daya tambak udang membuat bak penampungan pembuangan. Selama ini, mereka mengabaikan lingkungan, limbah dibuang ke laguna.
"Kami sampaikan imbauan kepada mereka, tolong buatkan bak penampungan supaya air yang keluar ke laguna sudah bersih. Jangan dibuang langsung, yang kotorannya masih sangat tinggi," katanya.
Sementara itu, Kasi Kesehatan Ikan dan Lingkungan DKP Kulon Progo Siti Khoiriyah mengatakan pihaknya sudah mengambil sampel untuk mengukur PH air. Kadar normal PH normal 7, tapi di Laguna Trisik mencapai 9,33.
"Hal ini dapat menyebabkan ikan mati dan seluruh biota dalam laguna juga mati," katanya.
Baca juga: Wisatawan menikmati makanan laut di Pantai Ngandong
Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Kecil Dinas Kelauta dan Perikanan (DKP) Kulon Progo Sugiharto di Kulon Progo, Senin mengatakan pihaknya mendapat laporan dari nelayan Trisik, Kecamatan Galur, bahwa sejak Rabu (5/6) hingga saat ini, ikan di Laguna Trisik banyak yang mati.
"Sampai saat ini, ikan yang mati lebih dari satu ton. Kami menduga ikan mati disebabkan limbah tambak laguna di sekitarnya," katanya.
Ia mengatakan petambak udang membuang limbah ke Laguna Trisik. Kemudian, pada musim kemarau air di laguna mengalami penyusutan, sehingga kandungan bahan organik meningkat Itu menyebabkan ikan di dalam laguna mati.
Rencana, ikan yang mati akan dikubur masal. Saat ini, DKP Kulon Progo dan nelayan Trisik mengusahakan alat berat untuk menguruk dan mengubur ikan yang mati.
Jenis ikan yang mati, yakni nila hitam, petik, keting, dan berbagai jenis ikan lainya.
"Ikan yang mati akan dikubur pada, Rabu (12/6). Lokasi kuburan ikan direncanakan di tepi laguna," katanya.
Sugiharto mengimbau kepada pembudi daya tambak udang membuat bak penampungan pembuangan. Selama ini, mereka mengabaikan lingkungan, limbah dibuang ke laguna.
"Kami sampaikan imbauan kepada mereka, tolong buatkan bak penampungan supaya air yang keluar ke laguna sudah bersih. Jangan dibuang langsung, yang kotorannya masih sangat tinggi," katanya.
Sementara itu, Kasi Kesehatan Ikan dan Lingkungan DKP Kulon Progo Siti Khoiriyah mengatakan pihaknya sudah mengambil sampel untuk mengukur PH air. Kadar normal PH normal 7, tapi di Laguna Trisik mencapai 9,33.
"Hal ini dapat menyebabkan ikan mati dan seluruh biota dalam laguna juga mati," katanya.
Baca juga: Wisatawan menikmati makanan laut di Pantai Ngandong
Pewarta : Sutarmi
Editor : Sutarmi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DKP Kulon Progo meresmikan TPI Trisik dukung gerakan "Gerbang Segoro"
16 December 2024 21:37 WIB, 2024
Upaya Polres Kulon Progo mendorong anggotanya bantu ketahanan pangan
12 November 2024 9:51 WIB, 2024
DKP Kulon Progo membangun TPI Trisik guna tingkatkan produksi perikanan
31 August 2024 19:09 WIB, 2024
Polsek Galur membersihkan eceng gondok di Jembatan Linggan yang ambles
30 January 2024 19:35 WIB, 2024
Terpopuler - Kulon Progo
Lihat Juga
Fajar Gegana apresiasi penundaan pemindahan prodi UNY di Kulon Progo ke Gunungkidul
07 May 2026 16:39 WIB
Anggota DPRD DIY Fajar Gegana sayangkan pengunduran diri guru non-ASN di Kulon Progo
07 May 2026 11:28 WIB
Bupati Kulon Progo gerak cepat respon dugaan pungli administrasi kependudukan
27 April 2026 18:37 WIB