Kesehatan reproduksi harus masuk kurikulum pendidikan
Selasa, 20 Juni 2023 3:31 WIB
Plt Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Rini Handayani. (ANTARA/ Anita Permata Dewi)
Jakarta (ANTARA) - Plt Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA ) Rini Handayani menekankan pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi bagi anak untuk mencegah terjadinya perkawinan anak karena itu perlu masuk kurikulum.
"Pendidikan kesehatan reproduksi (kespro) sangat-sangat penting bagi anak. Mengapa terjadi perkawinan anak, karena edukasi kespro yang belum optimal bagi anak kita," kata Rini Handayani dalam acara bertajuk Peluncuran Laporan Studi Dispensasi Kawin, di Jakarta, Senin.
Menurut Rini Handayani, saat ini materi kesehatan reproduksi terdapat dalam mata pelajaran biologi, tidak ada mata pelajaran yang secara spesifik membahas hal tersebut.
"Sebenarnya sudah ada di kurikulum pendidikan tapi masuk ke dalam pelajaran biologi, jadi belum spesifik untuk pendidikan kespro ini," katanya.
Oleh karena itu, KemenPPPA mendorong pendidikan kesehatan reproduksi masuk ke dalam kurikulum pendidikan.
Terlebih menurutnya seorang anak menghabiskan 70 persen waktunya di sekolah.
"Anak itu adalah waktunya itu ada 30 persen di keluarga, 70 persen di sekolah, maka sekolah ramah anak dengan kurikulum pendidikan yang harus ramah anak terutama pendidikan kespro," kata Rini
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: KemenPPPA minta kesehatan reproduksi masuk kurikulum
"Pendidikan kesehatan reproduksi (kespro) sangat-sangat penting bagi anak. Mengapa terjadi perkawinan anak, karena edukasi kespro yang belum optimal bagi anak kita," kata Rini Handayani dalam acara bertajuk Peluncuran Laporan Studi Dispensasi Kawin, di Jakarta, Senin.
Menurut Rini Handayani, saat ini materi kesehatan reproduksi terdapat dalam mata pelajaran biologi, tidak ada mata pelajaran yang secara spesifik membahas hal tersebut.
"Sebenarnya sudah ada di kurikulum pendidikan tapi masuk ke dalam pelajaran biologi, jadi belum spesifik untuk pendidikan kespro ini," katanya.
Oleh karena itu, KemenPPPA mendorong pendidikan kesehatan reproduksi masuk ke dalam kurikulum pendidikan.
Terlebih menurutnya seorang anak menghabiskan 70 persen waktunya di sekolah.
"Anak itu adalah waktunya itu ada 30 persen di keluarga, 70 persen di sekolah, maka sekolah ramah anak dengan kurikulum pendidikan yang harus ramah anak terutama pendidikan kespro," kata Rini
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: KemenPPPA minta kesehatan reproduksi masuk kurikulum
Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor : Herry Soebanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hadapi Porda, Bupati Gunungkidul prioritaskan bangun tribun Stadion Gelora Handayani
24 September 2024 17:19 WIB, 2024
Buku Torehan Canting Batik Handayani Geulis gambarkan warna-warni batik
24 April 2024 9:36 WIB, 2024
Belgia timba ilmu rehabilitasi sosial anak terpapar pahak ekstrem di Indonesia
18 October 2023 6:47 WIB, 2023
Handayani Night Festival 2022 digelar akhir pekan libatkan 300 seniman
30 September 2022 19:44 WIB, 2022
PDAM Gunung Kidul tingkatkan kualitasi air yang disalurkan ke pelanggan
05 February 2021 17:49 WIB, 2021
Pemkab Gunung Kidul optimalkan sungai bawah tanah untuk kebutuhan air bersih
31 January 2021 19:00 WIB, 2021