Kulon Progo (ANTARA) - Warga di lingkungan Mushola Tirto Rohso di Padukuhan Giling, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengambil langkah inovatif dalam perayaan Idul Adha 1448 H dengan menggunakan "sarang" atau wadah yang terbuat dari anyaman daun kelapa hijau untuk pembagian daging kurban hasil penyembelihan satu ekor sapi dan lima ekor kambing.
Ketua Panitia Mushola Tirto Rohso Muhammad Khoirudin di Kulon Progo, Rabu, mengatakan, keputusan tersebut diambil bukan sekadar untuk menekan pengeluaran di tengah fluktuasi harga kemasan plastik, melainkan sebagai bentuk aksi nyata dalam mengurangi timbulan sampah plastik di lingkungan masyarakat.
"Penggunaan wadah alami ini merupakan upaya kita untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melestarikan kearifan lokal," kata Muhammad Khoirudin.
Selain ramah lingkungan, kata dia, penggunaan wadah anyaman kelapa dinilai memiliki keunggulan teknis dibandingkan plastik. Anyaman daun kelapa memiliki sirkulasi udara yang lebih baik, sehingga daging yang dikemas tetap segar dan tidak cepat mengalami degradasi kualitas akibat suhu panas yang terperangkap dalam kemasan kedap udara.
Inisiatif kreatif tersebut tercetus melalui diskusi warga di Bale Nugraha, sebuah pendopo yang menjadi pusat aktivitas sosial di kompleks Mushola Tirto Rohso. Sejak diresmikan pada 2018, mushola yang memiliki arsitektur bata ekspos tersebut memang kerap menjadi pusat pengembangan tradisi dan gotong royong warga setempat.
"Aksi warga Padukuhan Giling ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam mengimplementasikan praktik berkurban yang ramah lingkungan, sehat, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal," kata Muhammad Khoirudin.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulon Progo Duana Heru mengatakan beberapa lokasi di Kulon Progo juga menggunakan "sarang" untuk tempat pembagian daging kurban. Hal ini sesuai sesuai Surat Edaran Nomor 600.4.1/1166/2026 tentang Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha tanpa Plastik.
DLH Kulon Progo sangat mengapresiasi inisiatif ini sebagai wujud dukungan terhadap Kulon Progo Berkelas “Bersama Kelola Sampah” dan SE Bupati untuk tidak memakai plastik kresek karena tidak higienis serta menambah timbulan sampah di TPA. Panitia sudah banyak yang beralih ke wadah ramah lingkungan seperti besek, daun jati, daun pisang, dan daun kelapa.
"Semoga kurban asyik tanpa plastik ini menjadi amal jariyah bagi kita semua. Sehingga banyak panitia kurban menggunakan bahan yang ramah lingkungan dalam mendistribusikan daging kurban," kata. Duana Heru.