Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan bahwa transformasi atau perubahan penggunaan becak motor ke becak listrik merupakan bentuk adaptasi menuju teknologi transportasi yang ramah lingkungan.

"Transformasi menuju penggunaan becak listrik juga merupakan bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi transportasi yang lebih bersih, efisien dan ramah lingkungan," kata Kepala Dishub DIY Chrestina Erni Widyastuti usai menghadiri penghapusan becak motor dan pembagian becak listrik di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, bahkan dengan becak listrik tersebut tetap menjadi langkah nyata tanpa menghilangkan identitas, serta nilai budaya yang melekat pada moda transportasi tradisional Yogyakarta.

Dia mengatakan, bantuan becak listrik bagi pengemudi becak motor di Kota Yogyakarta setelah sarana transportasi tradisional tersebut dihancurkan tersebut sebagai komitmen nyata melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan.

"Bantuan ini bukan hanya sekadar pemberian sarana transportasi, tetapi juga merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian moda transportasi khas Yogyakarta yang memiliki nilai sejarah budaya dan pariwisata yang tinggi," katanya.

Kehadiran becak listrik diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan produktivitas pengemudi, memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dan wisatawan.

"Serta mendukung upaya pengurangan emisi dan penciptaan transportasi yang lebih ramah lingkungan," katanya.

Dia mengatakan, Kota Yogyakarta telah menunjukkan komitmen dan konsistensi dalam mendukung program penataan transportasi yang berwawasan lingkungan, melalui penghapusan becak motor dan pengembangan becak listrik.

"Program ini tentunya tidak lepas dari kerjasama yang baik antara pemerintah, dunia usaha, komunitas pengemudi becak dan seluruh pemangku kepentingan," katanya.

Dia juga mengatakan, penghapusan becak motor bukan semata-mata penggantian alat transportasi, melainkan bagian dari langkah strategis mengurangi tekanan lingkungan dan mendukung terwujudnya kawasan rendah emisi di wilayah kawasan sumbu filosofi Yogyakarta.

"Upaya ini diharapkan dapat menurunkan tingkat pencemaran udara, menciptakan lingkungan yang lebih sehat, sekaligus memperkuat citra Yogyakarta sebagai kota budaya yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan," katanya.