Dishub Kota Yogyakarta intensifkan pemeriksaan bus jelang Natal

id terminal

Dishub Kota Yogyakarta intensifkan pemeriksaan bus jelang Natal

Terminal bus Yogyakarta (Foto Antara/Rizky)

Jogja (ANTARA Jogja) - Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta mengintensifkan pemeriksaan bus menjelang libur Natal dan Tahun Baru, khususnya yang beroperasi di Terminal Giwangan.

"Sudah satu pekan ini kami melakukan operasi pemeriksaan terhadap bus antar kota antar provinsi (AKAP) dan antar kota dalam provinsi (AKDP) yang beroperasi di Terminal Giwangan," kata Kepala Seksi Pengendalian Operasi Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Asung Waluyo di sela-sela pemeriksaan bus di Terminal Giwangan Yogyakarta, Selasa.

Pada operasi penertiban pertama yang dilakukan Rabu (12/12), diketahui ada sebanyak enam dari 62 armada bus yang melakukan pelanggaran seperti izin trayek, izin yang sudah kedaluwarsa dan uji KIR yang sudah mati.

Sedangkan pada operasi penertiban kedua yang dilakukan, Selasa (18/12), diketahui ada sebanyak tiga dari 42 armada bus yang melakukan pelanggaran, yaitu dua izin trayek dan satu uji KIR mati.

Ia mengatakan, selain kelaikan kondisi fisik bus, setiap armada yang beroperasi untuk mengangkut penumpang juga harus disertai dengan kelengkapan administrasinya.

Dari hasil operasi penertiban tersebut, pengemudi yang melakukan pelanggaran administrasi akan diajukan ke Pengadilan Negeri Yogyakarta untuk menjalani sidang tindak pidana ringan.

Asung mengatakan, hingga libur panjang akhir tahun, pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan kondisi bus baik kelaikan jalan dan kelengkapan surat menyuratnya untuk memberikan jaminan keamanan kepada penumpang.

"Pengusaha bus juga sebaiknya tidak memaksakan armadanya untuk tetap beroperasi apabila kondisinya memang tidak laik jalan," katanya.

Asung mengatakan, banyak bus AKDP yang usianya sudah tua yaitu lebih dari 20 tahun. "Meskipun sudah tua, apabila kondisinya terawat maka bus itu masih laik jalan," katanya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Giwangan Bekti Zunanto mengatakan, akan ada kenaikan jumlah penumpang sebesar tiga persen pada libur Natal dan Tahun Baru 2013.

"Jumlah penumpang rata-rata per hari adalah 5.000 hingga 6.000 orang. Libur akhir tahun bertepatan dengan libur panjang akhir pekan dan musim hujan. Karenanya, akan banyak masyarakat yang memilih bus, apalagi jumlah tiket kereta juga terbatas," katanya.

Saat ini, jumlah bus yang masuk ke Terminal Giwangan setiap harinya tercatat sebanyak 900 armada, terdiri dari 400 AKAP dan 500 AKDP.

"Hingga saat ini, baru ada PO Sumber Alam dan Efisiensi yang akan menambah armada sebanyak 18 unit. Nanti juga akan ada kenaikan tarif untuk bus ekonomi," katanya.

(E013)


Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.