Pasar ikan Kulon Progo sepi pembeli

id kulon progo

Pasar ikan Kulon Progo sepi pembeli

Kulon Progo Fish Centre di Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Foto ANTARA/Mamiek)

Kulon Progo (ANTARA Jogja) - Pascarevitalisasi Kulon Progo Fish Centre di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih sepi pembeli yang disebabkan oleh rendahnya tingkat konsumsi ikan masyarakat di wilayah setempat.

Penasihat Kulon Progo Fish Centre (KFC) Kulon Progo, Suhadi, Rabu, mengatakan Kulon Progo Fish Centre (KFC) terdapat 28 los tempat berjualan ikan, tetapi baru dipakai lima los, karena sedikitnya jumlah pengunjung yang membeli ikan di tempat ini.

"Dua bulan terakhir ini, kami terus mengupayakan Kulon Progo Fish Centre (KFC) banyak pembeli. Tetapi kondisinya masih sepi pembeli meski secara keseluruhan nilai transaksi mengalami peningkatan," kata Suhadi.

Menurut dia, pedagang KFC menjual berbagai jenis ikan mulai ikan budidaya seperti gurami, lele, nila dan udang. Selain itu, KFC menjual berbagai jenis ikan laut hasil tangkapan nelayan Kulon Progo.

Lanjut dia, nilai transaksi pada November 2012 mencapai Rp30 juta, sedangkan pada Desember 2012 mencapai Rp60 juta. Secara jumlah pengunjung memang tidak begitu signifikan. Untuk itu, Forum Silaturahim Kelompok Pembudidaya Ikan (FSP) yang bertugas mengelola KFC menjual benih ikan dan berbagai jenis olahan ikan untuk mendongkrak nilai transaksi.

Kata dia, penjualan ikan gurami mencapai 1,5 kuintal per bulan, ikan lele antara dua hingga tiga kuintal per bulan dan patin mencapai satu hingga 1,5 kuintal per bulan.

"Kendala utama menjual ikan di KFC yakni lokasi yang tidak strategis sehingga menyebabkan pembeli kesulitan mencari lokasinya. Berdasarkan pengakuan pembeli di KFC, mengaku mencari alamatnya," katanya.

Kedepannya, kata Suhadi, FSP Kulon Progo akan menjual ikan dengan berkeliling ke kantor-kantor pemerintah, dan pemukiman masyarakat. Rencananya akan direalisasikan mulai Frebruai mendatang. Pedagang ikan keliling ini, akan menjual berbagai jenis ikan laut, ikan budidaya dan aneka jenis ikan olahan.

"Kalau hanya dijual disini, nilai transaksi tetap tidak akan berkembang. Untuk itu, kami akan melakukan terobosan dalam pemasaran ikan supaya permintaan produksi dan budidaya ikan masyarakat terus meningkat. Kami optimistis, strategi pemasaran ini akan meningkatkan penjualan ikan," kata dia.

Suhadi mengatakan, kebijakan pemerintah Kulon Progo mewajibkan pegawai negeri sipil (PNS) ambil bagian untuk membeli ikan di KFC masih belum terealisasi. Anggota PNS yang mengikuti senam pagi diarea parkir KFC pada minggu kedua juga tidak membeli ikan.

"PNS yang beli ikan di KFC masih sangat minim. Justru masyarakat diluar Kulon Progo, mulai berdatangan membeli ikan disini meski permintaan masih sedikit. Kami berharap, PNS dilingkungan Kabupaten Kulon Progo membeli ikan hasil budidaya dan tangkapan nelayan Kulon Progo," kata dia.

Pembeli ikan, Nur Intan mengatakan harga ikan di KFC cukup bersaing dengan harga ikan dipasar. Selain itu, harga olahan ikan juga sangat murah.

"Kami sangat berharap, pemerintah kabupaten Kulon Progo dan pengelola KFC membangun infrastruktur penunjang seperti saung-saung supaya pembeli dapat menikmati ikan dengan tenang dan santai. Kami tidak hanya mencari kuliner dengan masakan yang enak, tapi juga mencari tempat kuliner yang menyuguhkan suasana yang nyaman untuk rekreasi keluarga," kata dia.


(KR-STR)


Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.