Sleman (ANTARA Jogja) - Warga di lereng Gunung Merapi, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, mulai mengeluhkan aktivitas penambangan pasir di sejumlah sungai yang airnya berhulu di gunung berapi itu karena berlangsung hingga malam hari.
"Lalu lalang truk pengangkut pasir di sejumlah ruas jalan berlangsung hingga malam hari bahkan 24 jam sehingga menimbulkan suara bising dan menganggu istirahat warga," kata seorang warga Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman Susanto di Sleman, Rabu.
Selain suara bising, katanya, aktivitas penambangan pasir juga mengakibatkan jalan-jalan cukup padat lalu lintas truk pengangkut pasir dari luar daerah sehingga arus lalu lintas warga juga tidak lancar.
"Iring-iringan truk pengangkut pasir kadang cukup panjang, sehingga jalan menjadi tidak lancar. Selama ini, truk pasir memenuhi seluruh akses jalan dan sering membuat macet. Hal itu juga membuat minat wisatawan berkurang untuk mengunjungi objek wisata di lereng Merapi," katanya.
Kepala Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan Heri Suprapto mengatakan di wilayahnya terdapat beberapa lokasi penambangan, baik di Sungai Gendol maupun Opak.
"Penambangan pasir tersebut dikelola langsung oleh warga setempat, selama ini aktivitas penambangan dilakukan mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Namun untuk lalu lintas truk pengangkut pasir bisa saja hingga malam hari, karena setelah mengambil pasir truk-truk tersebut tidak langsung turun, tetapi istirahat dulu dan baru malam harinya turun," katanya.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Energi dan Mineral (SDAEM) Kabupaten Sleman Widi Sutikno mengatakan dalam minggu ini pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait, seperti Polsek, Kodim, dan Dinas Perhubungan.
"Kami akan intensifkan dan akan melakukan penertiban. Sebetulnya, setiap rekomendasi yang dikeluarkan sudah ada aturannya," katanya.
Ia mengatakan penambang pasir di sungai yang airnya berhulu di Gunung Merapi yang melakukan pelanggaran berupa aktivitas penambangan pada malam hari akan dicabut izinnya.
"Sanksi tersebut akan diperketat mulai minggu ini, karena warga setempat sudah mulai meresahkannya," katanya.
(V001)
Warga keluhkan kegiatan penambangan pasir hingga malam
Ilustrasi kegiatan penambangan pasir Merapi (Foto ANTARA/Dok)
