Yogyakarta (Antara Jogja) - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta membuka pendaftaran Dimas dan Diajeng 2013 yang akan bertugas sebagai duta pariwisata kota tersebut.
"Pendaftaran dilakukan secara online di laman daftar.dimasdiajeng.or.id sampai 21 Maret. Sudah ada sekitar 40 orang yang mendaftar," kata Kepala Bidang Promosi dan Kerja Sama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta Yeti Martanti di Yogyakarta, Rabu.
Yeti berharap akan ada sekitar 100 pendaftar untuk ajang tersebut dan nantinya akan dipilih 30finalis melalui berbagai seleksi.
Syarat yang harus dipenuhi oleh calon peserta di antaranya, WNI dengan kartu tanda penduduk (KTP) Kota Yogyakarta, berusia18-25 tahun dan belum menikah, berpendidikan minimal SMA/SMK sederajat, tinggi dan berat badan proporsional, bisa berbahasa asing, serta syarat-syarat lainnya.
Yeti mengatakan, pemilihan Dimas Diajeng Kota Yogyakarta 2013 tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mengajak kaum muda melestarikan budaya.
Materi penilaian akan dilakukan dalam berbagai aspek, yaitu pengetahuan pariwisata, budaya, kemampuan "public speaking", kepribadian dan karakter muda Jawa, kemampuan Bahasa Jawa, kemampuan berbahasa asing dan aspek interpersonal.
Yeti menegaskan, seluruh materi penilaian akan didasarkan pada sejumlah aspek yang digemari kaum muda sehingga tidak akan membosankan, seperti "cultural amazing race" di berbagai objek wisata yang ada di Kota Yogyakarta.
Salah satu finalis Dimas-Diajeng Kota Yogyakarta 2007 Dimas Fathana mengatakan, kegiatan tersebut akan menumbuhkembangkan rasa percaya diri kaum muda sehingga banyak alumni dari ajang tersebut yang dipercaya menjadi pegawai di pemerintahan atau perusahaan multinasional.
"Kami juga memiliki kesempatan untuk membantu menjaga kelestarian budaya tradisional dengan berbagai kegiatan yang kami lakukan," kata Hangga yang kini menjadi salah satu pengajar di Universitas Islam Indonesia (UII).
Sejumlah kegiatan yang dilakukan di antaranya adalah, pengenalan budaya sejak dini dengan pemilihan Dimas-Diajeng Cilik.
"Menjadi Dimas dan Diajeng juga merupakan awal dari pengabdian selama dua tahun menjadi Duta Pariwisata," katanya.
(E013)
