Penghuni Bong Suwung diminta segera kosongkan lahan

id bong suwung

Penghuni Bong Suwung diminta segera kosongkan lahan

Kawasan Bong Suwung di sisi barat Stasiun Tugu Yogyakarta (Foto kotajogja.com)

Yogyakarta (Antara Jogja) - PT Kereta Api Indonesia meminta warga yang tinggal di Bong Suwung, tepatnya di bagian barat kompleks Stasiun Tugu untuk segera mengosongkan tempat tinggalnya dalam waktu enam hari karena akan digunakan untuk pengembangan stasiun.

"Pada Senin (22/7), kami berharap warga sudah mengosongkan lahan dengan membongkar sendiri bangunan yang ada. Pada Selasa (23/7), kami akan turun ke lapangan," kata Ketua Tim Sterilisasi Bong Suwung Edi Gunarto Wibowo saat melakukan sosialisasi sterilisasi Bong Suwung di Aula Kecamatan Gedongtengen Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, kawasan yang ditempati warga adalah area di dalam stasiun dan seharusnya hanya diperbolehkan untuk keperluan kereta api bukan untuk kepentingan lain.

Sterilisasi kawasan Bong Suwung tersebut terkait dengan rencana PT Kereta Api Indonesia yang akan memperpanjang jalur satu di Stasiun Tugu ke arah barat, serta pembangunan depo kereta di kawasan tersebut.

Selain dari PT KAI, tim sterilisasi Bong Suwung tersebut juga melibatkan unsur Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta, Polsek Gedongtengen, Koramil Gedongtengen dan Kecamatan Gedongtengen.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengendalian Operasional Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta Bayu Laksmono mengatakan, lahan yang digunakan oleh warga adalah lahan milik PT Kereta Api Indonesia yang seharusnya hanya digunakan untuk kepentingan kereta api sesuai Undang-Undang Perkeretaapian.

"Kami selaku pelaksana amanat Undang-Undang akan melaksanakan aturan yang berlaku. Sehingga, kami meminta warga yang tinggal di kawasan tersebut untuk segera mengosongkan lahannya," katanya.

Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta telah mendata jumlah bangunan atau lapak yang ada di Bong Suwung, yaitu sebanyak 40 bangunan yang terdiri dari 15 bangunan di utara rel dan 25 bangunan di selatan rel.

Meskipun suasana sosialisasi sempat memanas, namun warga mulai tenang setelah diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya.

Salah seorang warga yang tinggal di Bong Suwung, Nugroho mengatakan, tenggat waktu yang diberikan PT KAI untuk pengosongan lahan sangat singkat dan meminta agar ada pertimbangan ulang atas rencana sterilisasi tersebut karena menyangkut hajat hidup warga yang tinggal di kawasan tersebut.

Selama ini, kawasan Bong Suwung banyak dihuni oleh pedagang dan pekerja seks komersil.

"Kawasan ini sudah ditinggali oleh warga sejak puluhan tahun lalu dan menyangkut hak hidup kami. Warga juga memiliki tanggungan keluarga yang harus dinafkahi. Karenanya, kami minta dipertimbangkan kembali," katanya.

(E013)

Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar