Pemkab Kulon Progo diminta perbaiki saluran drainase

id pemkab kulon progo

Pemkab Kulon Progo diminta perbaiki saluran drainase

Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kulon Progo, DIY. (Foto Mamiek/Antara)

Kulon Progo (Antara Jogja) - Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, meminta pemerintah setempat memperbaiki dan merancang drainase secara terintegrasi untuk mengatasi banjir.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kulon Progo Hamam Cahyadi di Kulon Progo, Minggu, mengatakan sebelum membuat drainase terintegrasi, pemkab harus melakukan pemetaan wilayah yang rawan banjir tiap tahunnya.

"Setiap tahunnya, Kulon Progo menjadi kabupaten rawan banjir, khususnya di Kecamatan Wates, Pajatan, Lendah, Temon, dan Galur. Pemkab Kulon Progo harus melakukan pemetaan dan memperbaiki drainese daerah aliran sungai (DAS)," kata Hamam.

Ia mengatakan pemetaan pertama yakni DAS Serang yang membelah Kota Wates jika curah hujan tinggi akan menyebakan Kecamatan Temon dan Wates potensi banjir.

Selain itu, lanjut Hamam, komisi III juga mendesak perbaikan draimase persawahan. Dewan mendapat aduan bahwa di Kecamatan Lendah dan Galur lebih dari 500 hektare tanaman padi siap panen terendam banjir.

"Untuk drainase persawahan perlu didesain waduk mini atau reservoir di daerah selatan. Selain itu, adanya perawatan rutin dan pemeliharaan rutin saluran drainase," kata dia.

Menurut dia, untuk normalisasi DAS dan reservoir drainase perlu adanya terobosan ke pemerintah pusat. Namun, pemkab belum cukup serius mendesakan persoalan banjir ini.

"Setiap 10 tahun sekali, dapat dipastikan terjadi banjir besar yang menggenangi rumah warga dan sawah. Untuk banjir kecil, setiap tahun terjadi. Kami kira, pemkab harua secara serius mengatasi masalah ini," kata dia.

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo mengatakan pemkab berencana melakukan pengerukan Sungai Haisero untuk mengatasi persoalan banjir di Kecamatan Lendah, Panjatan dan Galur. Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) telah presentasi kepada Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) terkait rencana ini.

"Saya dengan Bappeda sudah presentasi di Balai Besar, sekitar tiga bulan lalu, termasuk menyampaikan ini. Sehingga saya berharap di 2014 ini mengerjakan itu," kata dia.

Upaya lain untuk mengatasi banjir yang juga melanda persawahan, lanjut Hasto, pemkab akan membangun irigasi irigasi yang sekaligus untuk drainase melalui program padat karya mulai 2014.

"Selama ini program padat karya lebih banyak dikonsentrasikan untuk infrastruktur. Pada 2014 ini, kami sudah bisa mulai ke yang produktif, berupa irigasi sekaligus drainase,"kata bupati.

(U.KR-STR)

Pewarta :
Editor: Heru Jarot Cahyono
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.