Jakarta (Antara Jogja) - Tersangka penerimaan gratifikasi proyek Pusdiklat Hambalang Anas Urbaningrum segera dijerat pasal Tindak Pidana Pencucian Uang, kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto.
"Nanti (Juru Bicara KPK) Johan Budi akan menjelaskan indikasi TPPU AU (Anas Urbaningrum," kata Bambang singkat di Jakarta, Rabu.
Anas adalah tersangka penerima hadiah atau janji terkait pemulusan proyek Hambalang. Dia disangkakan melakukan tindakan melawan hukum saat dirinya masih menjadi ketua umum Partai Demokrat.
Kemungkinan KPK telah mendapatkan bukti yang cukup untuk menjerat Anas terkait pencucian uang dari gratifikasi yang diterimanya.
"Sepanjang ditemukan dua alat bukti yang cukup, AU bisa dijerat TPPU," kata Johan.
Sebelumnya, Pusat Penelusuran Transaksi Keuangan (PPATK) juga telah menelusuri transaksi keuangan Anas.
Berdasarkan laporan PPATK, Anas terindikasi telah melakukan "money laundering".
Meski sudah ada laporan dari PPATK, Johan sebelumnya tidak tergesa mengiyakan TPPU itu lantaran Laporan Hasil Analisis (LHA) PPATK adalah bahan mentah untuk KPK. "Raw material" itu digunakan KPK untuk ditelisik lebih dalam lagi untuk mengklarifikasi terkait TPPU oleh Anas.
Kasus TPPU setelah gratifikasi juga sempat dikenakan kepada beberapa orang seperti terjadi pada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar.
Akil yang diduga menerima hadiah atau janji dalam sengketa Pilkada di beberapa daerah akhirnya disangkakan melakukan pencucian uang.
Dalam TPPU itu, Akil disangkakan pasal 3 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.
A061
Berita Lainnya
Menteri PANRB ungkap Presiden Jokowi perintahkan ASN pindah ke IKN Januari 2025
Selasa, 8 Oktober 2024 11:13 Wib
Menteri PANRB sebut pemindahan ASN ke IKN tunggu pemerintah yang baru
Rabu, 2 Oktober 2024 18:40 Wib
Menpan RB sebut kepindahan ASN ke IKN tunggu infrastruktur digital selesai
Selasa, 3 September 2024 16:36 Wib
Partai Demokrat usung 108 bakal calon di Pilkada 2024, termasuk istri dan anak menteri
Jumat, 9 Agustus 2024 15:06 Wib
Menpan RB-Mendikbudristek perkuat karier tenaga pendidik Indonesia
Senin, 15 Juli 2024 19:59 Wib
Pemerintah tengah merumuskan insentif ASN pindah ke IKN
Selasa, 2 Juli 2024 6:39 Wib
RI-Azerbaijan memperkuat kerja sama akselerasi pelayanan publik
Senin, 1 Juli 2024 16:56 Wib
Pendaftaran CASN 2024 dibuka, catat instansinya
Sabtu, 18 Mei 2024 0:36 Wib