Wrc Jogja pasang "wing marker" Elang Brontok

id Elang

Wrc Jogja pasang "wing marker" Elang Brontok

Ilustrasi, Elang (foto en.wikipedia.org)

Kulon Progo (Antara Jogja) - Petugas Wildlife Rescue Centre Jogja di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, memasang cincin registrasi di pergelangan kaki dan pemasangan wing marker di sayap kanan pada seekor Elang Brontok.

Elang tersebut siap dilepas liarkan di Petak 24 Kawasan Suaka Margasatwa Sermo pada 30 April 2014.

Dosen Fakultas Tekno Biologi Universitas Atmajaya Yogyakarta Pramana Yuda di Kulon Progo, Selasa, mengatakan pemasangan cincin dan wing marker ini bertujuan untuk identifikasi individu.

"Selain untuk registrasi individu, pemasangan alat tersebut juga untuk kajian populasi serta penelitian tentang persebaran satwa bersangkutan," kata Pramana Yuda saat melakukan pengawasan pemasangan cincin dan wing marker pada Elang Brontok.

Selain cincin dan wing marker, anggota Indonesia Bird Banding Scheme ini mengatakan seharusnya Elang Brontok tersebut juga harus dipasangi chip, keeping data elektronik yang dimasukkan di bawah kulit satwa.

Namun pemasangan chip ini dibatalkan karena alasan kesehatan. Sebab, pemasangan chip ini harus dilakukan minimal satu minggu sebelum dilepas ke alam.

"Jadwal pelepasan tidak sampai satu minggu lagi, maka pemasangan chip dibatalkan karena dikhawatirkan satwa yang bersangkutan justru akan stress. Bagaimanapun juga, individu satwa butuh waktu cukup untuk penyesuaian terhadap benda asing yang dimasukkan ke tubuhnya," kata Yuda.

Staf Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta Andi Chandra Irwanto mengatakan Elang Brontok yang akan dilepas ke kawasan Suaka Margasatwa Sermo ini adalah hasil serahan masyarakat.

"Kami kemudian menitipkan satwa ini ke field project Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta yaitu WRC Jogja untuk direhabilitasi karena di tempat ini tersedia fasilitas dan tenaga ahli untuk merehabilitasi satwa dilindungi ini," katanya.

Ia mengatakan usai pemasangan cincin dan wing marker, Elang Brontok tersebut dibawa Suaka Margasatwa Sermo untuk dimasukkan ke dalam kandang habituasi.

"Ini dimaksudkan agar satwa tersebut bisa melakukan adaptasi lingkungan sebelum dilepas ke alam tanggal 30 April nanti," kata dia.

Humas WRC Jogja, Rosalia Setiawati mengatakan bagi WRC Jogja, pelepasliaran satwa Elang Brontok ini adalah individu keempat yang dikembalikan ke alam bebas setelah berhasil menjalani proses rehabilitasi.

Pada Maret 2012, lanjut Rosalia, WRC Jogja telah melepasliarkan satu ekor Elang Brontok dan satu ekor Elang Ular Bido di kawasan Suaka Margasatwa Sermo. Kemudian, Februari 2013, dilepasliarkan seekor Elang Jawa di Taman Nasional Gunung Merapi.

"Saat ini masih ada 24 ekor elang berbagai jenis yang sedang menjalani proses rehabilitasi di WRC Jogja. Lima ekor elang diantaranya sudah menjalani tahap akhir proses rehabilitasi dan nantinya siap dilepasliarkan. Mereka adalah satu ekor Elang Brontok fase medium dan empat ekor Elang Ular Bido," kata Rosalia.

Selain 24 ekor elang, kata Rosa, ada ratusan satwa berbagai jenis yang sedang menjalani proses rehabilitasi di WRC Jogja. Satwa-satwa tersebut merupakan satwa milik negara yang dititipkan di WRC Jogja untuk direhabilitasi dan diharapkan nantinya bisa dikembalikan ke habitat alaminya.

(KR-STR)
Pewarta :
Editor: Regina Safrie
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar