Logo Header Antaranews Jogja

PLTB Bantul akan menjadi ajang wisata edukasi

Sabtu, 16 Mei 2015 15:34 WIB
Image Print
Kincir angin (blog.qualitypower.co.id)

Bantul (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memastikan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) yang akan dibangun di kawasan pantai selatan wilayah setempat akan menjadi ajang wisata edukasi.

"Efek yang paling besar tentunya dari sisi edukasi, karena ternyata angin pantai bisa bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat," kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul, Tri Saktiyana, di Bantul, Sabtu.

Menurut dia, proyek PLTB berupa kincir-kincir raksasa di sepanjang Pantai Samas Bantul sampai Sungai Progo (perbatasan Bantul dengan Kulon Progo) tersebut nantinya akan membangkitkan energi listrik hingga 50 mega watt.

Ia mengatakan, pengembangan energi baru terbarukan dengan teknologi yang hampir sama juga dikembangan di wilayah Pantai Pandansimo Bantul, yakni pembangkit listrik tenaga hibrid (PLTH) berupa puluhan kincir angin dan panel surya.

"Rintisan kincir-kincir kecil sudah ada di pantai sebelah barat, sehingga ini (PLTB) `kriwikan dadi grojogan` (red, pepatah jawa : kecil menjadi besar), saat ini PLTH di pantai Baru telah menjadi ajang penelitian," katanya.

Energi listrik yang dihasilkan dari PLTH di pantai tersebut, kata dia, hingga puluhan kilo watt (kw), oleh masyarakat setempat dimanfaatkan untuk memproduksi balok es guna pengawetan ikan dan menghidupi warung kuliner.

"Bedanya dengan yang di Pantai Baru, kalau ini (PLTB) skalanya lebih besar dan untuk ekonomi, karena energi yang dihasilkan untuk menyuplai kebutuhan listrik industri di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)," katanya.

Tri Saktiyana juga mengatakan, selain untuk mendongkrak perekonomian masyarakat setempat, PLTB nantinya juga bisa mendorong pengembangan destinasi pariwisata kawasan pantai selatan Bantul tersebut.

"Dampak ke sektor pariwisata jelas, sebab seperti kita tahu banyak orang pergi ke Belanda, salah satunya karena terkenal dengan kincir-kincir, mungkin ini (PLTB) juga seperti itu," katanya.

(KR-HRI)



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026