Bantul, (Antara Jogja) - Tim Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan intensinf melakukan berbagai upaya untuk menjaga kerukunan antarumat beragama.
"Salah satu upayanya sarasehan yang melibatkan para penganut aliran kepercayaan. Rencananya, sarasehan ini digelar pada bulan depan," kata Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantul, Putro Haryanto di Bantul, Kamis.
Menurut dia, tim Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (Bakorpakem) beranggotakan lintas sektoral yakni Kejari, Kodim 0729, Polres dan Kantor Kementerian Agama Bantul.
Putro yang juga anggota Tim Bakor Pakem Bantul mengatakan, telah mengupdate data jumlah anggota Himpunan Penghayat Kepercayaan, pendataan bertujuan untuk menangkal terjadinya isu intoleransi dan penodaan agama.
Ia mengatakan, sebab, selain kehidupan antarumat beragaman, pihaknya juga memberikan perhatian keberadaan para penganut kepercayaan, mengingat isu toleransi beragama tidak hanya menjadi perhatian Indonesia namun internasional.
"Makanya beragam potensi yang dapat menimbulkan gejolak harus diantisipasi sejak dini," kata Putro.
Ia mengatakan, jumlah penganut aliran kepercayaan di Bantul berdasarkan data yang diperoleh tim ada 18 aliran kepercayaan. Di antaranya Manunggaling Kawula Gusti, Tri Soka, Bimo Suci, Paguyuban Sumarah Purba, Minggu Kliwon, dan Paguyuban Hidup Betul.
"Total penganut penghayat kepercayaan yang ada di Bantul ini ada sekitar 900-an orang," katanya.
Menurut dia, meski jumlahnya cukup banyak, namun jumlah aliran kepercayaan pada saat ini sebetulnya mengalami penurunan, sebab hasil update pada Juni lalu ada 24 aliran kepercayaan yang terdata Tim Bakor Pakem.
"Kami berharap pemeluk agama dan penganut penghayat kepercayaan dapat hidup berdampingan dan saling menghormati," katanya.***4***
(KR-HRI)
