Pemkab Kulon Progo didesak kembangkan Pantai Trisik-Bugel

id Pantai Trisik

Pantai Trisik di Kabupaten kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, tampak kotor dan tidak terawat (Foto ANTARA/Mamiek)

Kulon Progo (Antara Jogja) - Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sihabudin mendesak pemerintah setempat mengembangkan Pantai Bugel dan Trisik, pengganti Pantai Glagah-Congot yang sudah tidak layak karena terdampak pembangunan bandara.

Sihabudin di Kulon Progo, Senin, mengatakan Pantai Bugel dan Pantai Trisik tidak kalah indah dan mempesona dari Pantai Glagah-Congot bila dikelola secara profesional.

"Ke depan, jalur jalan lintas selatan (JJLS) akan dibangun di Galur, yakni Banaran ke timur sehingga Pantai Bugel dan Pantai Trisik akan mudah diakses wisatawan," kata Sihabudin.

Menurut dia, Pemkab Kulon Progo melalui Dinas Pariwisata segera menyiapkan rencana detail teknis (DED) pengembangan Pantai Bugel dan Pantai Trisik. Jangan sampai, menjadi alasan kegagalan pencapaian target retribusi pariwisata.

"Pada 2016, Dispar gagal mencapai target retribusi wisata sebesad Rp2 miliar, dan kembali mengeluh dengan target Rp3,4 miliar pada 2017. Dispar harus belajar berpikir profesional mengelola potensi wisata yang ada," kata dia.

Selain itu, ia mendesak Dispar membuat DED objek wisata lain, dengan bekerja sama dengan desa wisata. Pengelolaan retribusi wisata bisa bagi hasil. Saat ini, masyarakat dan desa wisata membuka objek wisata baru, namun pemkab lambat menangkap peluang.

"DED pengembangan objek wisata sudah harus disesuaikan dengan perkembangan Kulon Progo ke depan. Jangan sampai kita membangu sektor pariwisata setengah-setengah. Ke depan Kulon Progo akan dikenal internasional dengan adanya bandara, maka fasilitas pariwisata juga bertaraf internasional," harapnya.

Bendahara Penerima Retribusi Dinas Pariwisata Kulon Progo Ruri Atmini Retno mengatakan idealnya, penerimaan pajak retribusi pada empat bulan pertama 2017 berkisar 40 hingga 45 persen dari target Rp3,472 miliar.

"Capaian retribusi pariwisata sangat berat, jauh dari target. Idealnya, lebih dari 40 persen. Namun, penerimaan retribusi 2017 dibandingkan 2016 mengalami peningkatan. Pada periode bulan yang sama 2016 hanya mencapai Rp620 juta atau 31 persen dari target PAD Rp2,4 miliar," kata Ruri.

Pada 2017, kata Ruri, objek wisata Pantai Glagah ditargetkan menyumbang Rp2,6 miliar atau naik Rp1 miliar dari Rp1,6 miliar.

Kenaikan target tersebut sangat berat tercapai mengingat sarana dan prasarana objek wisata Pantai Glagah tidak ada penambahan.

Saat ini, Pantai Glagah hanya mengandalkan laguna dan pemecah ombak, tidak ada sarana dan prasarana bermain anak.

"Kami sudah lama tidak membangun infrastruktur di Pantai Glagah karena masuk wilayah terdampak bandara," katanya.



(U.KR-STR)
Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar