Perajin genteng Margoluwih banyak yang beralih profesi

id Perajing genteng Margoluwih banyak yang beralih profesi

Perajin genteng Margoluwih banyak yang beralih profesi

Perajin genteng YOGYAKARTA - Seorang pekerja menata genteng yang sedang dijemur di Sleman, Yogyakarta, Kamis (22/3). Setiap harinya perajin genteng didaerah tersebut mampu memproduksi sekitar 400 buah genteng yang dipasarkan di wilayah Yogyakarta dan

Sleman,  (Antara Jogja) - Perajin genteng atap di Desa Margoluwih, Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini banyak yang beralih profesi karena adanya persaingan yang tidak sehat yang merusak harga di pasaran.

"Saat ini banyak perajin genteng `Godean` di Margoluwih ini yang sudah beralih profesi. Ini karena adanya ulah oknum warga yang bersaing dengan cara yang tidak sehat," kata Kepala Desa Margoluwih Sunaryo, Sabtu.

Menurut dia, akibat persaingan yang tidak sehat tersebut jumlah pengusaha genteng di Desa Marguluwih tengah mengalami penyusutan yang signifikan.

"Pada 2007 jumlah pengusaha genteng di Desa Margoluwih mencapai 200 orang. Namun, para pengusaha tersebut banyak yang telah beralih ke profesi lain. Salah satu penyebabnya adalah karena adanya persaingan yang kurang sehat antar pengusaha genteng di Desa Margoluwih," ungkapnya.

Ia mengatakan, persaingan tidak sehat tersebut yakni karena ada pengrusak dari warga Margoluwih sendiri.

"Mereka mendatangkan genteng dari daerah lain yang harganya lebih murah dibanding genteng produksi warga Margoluwih," ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Slemab Sri Muslimatun menegaskan bahwa pengukuhan Sentra Industri Genteng Godean Margoluwih salah satunya bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya persaingan yang tidak sehat.

"Dengan bersatunya semua pengusaha genteng di Desa Margoluwih, maka akan ada kesamaan sikap antarpengusaha genteng," ujarnya.

Sri Muslimatun mengatakan bahwa para pengusaha genteng di Desa Margoluwih harus selalu mempertahankan mutu genteng. Namun, genteng tersebut harus dijual dengan harga yang terjangkau.

"Buat apa beli yang murah tapi kualitasnya tidak bagus. Maka kita harus mempertahankan kualitas genteng kita, tapi dengan harga yang terjangkau," katanya.

Menurut dia, para pelaku usaha genteng di Desa Margoluwih harus mempunyai manajemen yang baik. Pelaku usaha genteng harus membuat perencanaan yang matang sebelum memulai proses produksi genteng.

"Ini perlu dilakukan untuk menjaga mutu produk genteng di Desa Margoluwih," tuturnya.

Ia mengatakan, pengukuhan Sentra Industri Genteng Margoluwih bertujuan untuk mengorganisir para pelaku usaha genteng yang ada di Desa Margoluwih.

"Dengan seperti itu, pelaku usaha genteng akan lebih mudah mencari solusi terkait masalah yang dihadapi secara bersama-sama. Gunanya disentrakan ini agar semua pengusaha genteng bisa bersatu. Jangan dipasarkan sendiri-sendiri," ucapnya, menambahkan.

Wakil Bupati mengatakan, dengan disentrakannya industri genteng tersebut akan membuat usaha masyarakat Desa Margoluwih akan semakin kuat.


(U.V001)
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2024