Rektor UNY: mahasiswa membutuhkan pembinaan "soft skills"

id uny

Universitas Negeri Yogyakarta (Ist)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Pembinaan "soft skills" diperlukan mahasiswa agar dapat memiliki keterampilan berinteraksi dengan orang lain, karena manusia sulit untuk hidup tanpa adanya interaksi dengan manusia lain, kata Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Prof Sutrisna Wibawa.
   
 "Hal itu menjadi kunci kesuksesan baik dalam pekerjaan maupun kehidupan bermasyarakat. Untuk itu, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) memberikan pembinaan 'soft skills' bagi mahasiswa baru," katanya di Yogyakarta, Jumat.
     
Menurut dia, pembinaan "soft skills" itu untuk menyiapkan calon mahasiswa untuk belajar di UNY secara mandiri karena pola belajar di perguruan tinggi berbeda dengan SMA. Sebagai mahasiswa baru di UNY hendaknya dapat beradaptasi dengan lingkungan kampus.
     
"UNY juga mengakomodasi kebutuhan mahasiswa untuk belajar mandiri dengan menyiapkan sejumlah unit kegiatan mahasiswa. Mahasiswa baru diharapkan dapat meningkatkan prestasi yang telah dicapai selama duduk di bangku sekolah," kata Sutrisna.
     
Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNY Nurtanio Agus Purwanto mengatakan pembinaan "soft skills" di UNY dilakukan dalam proses pembelajaran maupun ekstrakurikuler. Salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang dapat membentuk "soft skills" adalah organisasi mahasiswa.
     
"UNY memfasilitasi pengembangan 'soft skills' mahasiswa secara bertahap sejak mereka diterima. Tujuannya untuk menghasilkan insan unggul, kreatif, dan inovatif berlandaskan ketakwaan, kemandirian, dan kecendekiaan," katanya.
     
Menurut dia, materi yang disampaikan dalam pembinaan "soft skills" meliputi kebijakan UNY menuju keunggulan, transformasi kehidupan kampus, pembinaan prestasi mahasiswa, peningkatan kesejahteraan mental mahasiswa, etika perilaku mahasiswa.
     
"Selain itu pengembangan karir, membangun organisasi kemahasiswaan yang berkarakter, pengembangan karakter mahasiswa berbasis budaya lokal Indonesia serta pemberdayaan potensi mahasiwa dan etika beragama," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar