PDRB sektor pariwisata Bantul optimistis meningkat

id wisata Mangunan

Desa Wisata Mangunan Dlingo Bantul (Foto Antara/Hery Sidik)

Bantul  (Antaranews Jogja) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, optimistis produk domestik regional bruto dari sektor pariwisata daerah ini makin meningkat bahkan melampaui dari sektor pertanian.
    
Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Bantul, Kamis, mengatakan, optimisme peningkatan PDRD sektor pariwisata itu, karena pemda saat ini sudah menerapkan konsep pendekatan 'bottom up' dalam pengembangan sektor pariwisata.
    
"Seperti di Mangunan, semua objek wisata di sana itu 'bottom up'. Dan inilah yang menjadikan kita optimis kalau nanti PDRB sektor pariwisata atau produktivitas masyarakat tertinggi adalah sektor pariwisata," katanya.
     
Menurut dia, termasuk untuk spot-spot wisata lain juga akan dikembangkan berbasis masyarakat atau dari bawah ke atas, konsep itu sudah dimulai sejak 2017 dan akan terus dikembangkan untuk memajukan sektor pariwisata.
    
"Jadi untuk membuka objek wisata tersebut ternyata harus dimulai dari masyarakat dulu, masyarakat bergerak pemerintah menangkap. Ini namanya 'bottom up', dan kita punya pengalaman kalau 'top down' umumnya gagal," katanya.
     
Dia menjelaskan, PDRB Bantul dari sektor pertanian selama ini juga meningkat, akan tetapi diyakini sudah terlampaui oleh PDRB sektor pariwisata, sebab kenaikan produktivitas masyarakatnya lebih tinggi dari pertanian.
    
"Jadi setelah ini nanti kita kembangkan spot-spot yang sudah digarap pokdarwis seperti Taman Pelangi di Desa Trimulyo, kita juga akan selenggarakan sarasehaan untuk identifikasi masalah-masalah, agar nanti bisa kita selesaikan masalah-masalah," katanya.
    
Wabup mengatakan, fakta inilah yang dipegang pemerintah, sebab sektor pariwisata itu menjadi cara tercepat bagi pemerintah daerah mencapai kesejahteraan bagi masyarakat dengan mengembangkan potensi wisatanya.
    
Untuk itu, lanjut Wabup Bantul, pemerintah daerah siap membantu dengan penataan landscapingnya, juga pembuatan dan penyusunan rencana induk 'master plan' pengembangan kawasan secara komprehensif dan terarah.
    
"Seperti di Taman Glugut Wonokromo itu sudah jadi 'master plan'-nya, tinggal nanti untuk membangun sarana kita 'sharing' (berbagi) pembiayaan. Jadi pemerintah pusat, DIY dan kabupaten serta desa bisa bersama-sama mempercepat pembangunan infrastruktur pariwisata," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar