Kerusakan SAL diduga sebabkan jalan ambles di simpang Ngabean

id Jalan ambles, simpang ngabean,saluran air limbah

Jalan ambles di simpang Ngabean Yogyakarta (Foto Antara/Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (ANTARA) - Pengguna jalan di simpang Ngabean Yogyakarta perlu berhati-hati saat melintas karena jalan di lokasi tersebut ambles,  diduga disebabkan karena saluran air limbah yang berada di bawahnya mengalami kerusakan.

“Sudah ada laporan dari warga. Tentu akan kami tindak lanjuti secepatnya. Tetapi, kami perlu melakukan koordinasi dengan instansi yang berwenang menangani saluran air limbah (SAL) terlebih dulu,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta Agus Tri Haryono di Yogyakarta, Jumat.

Menurut Agus, petugas dari DPUPKP Kota Yogyakarta juga sudah diturunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan penilaian awal terkait kerusakan dan upaya yang bisa dilakukan untuk penanganannya.

Ia mengatakan, DPUPKP siap melakukan penanganan dan perbaikan jalan ambles tersebut karena lokasi kejadian berada di wilayah administrasi Kota Yogyakarta. Perbaikan akan langsung dilakukan secara permanen.

“Perbaikan harus dilakukan secepatnya karena lokasi tersebut cukup ramai dan berada di kawasan wisata. Pengguna jalan juga bisa melintas dengan nyaman karena tidak ada gangguan,” kata Agus.

Jalan di simpang tiga Ngabean tersebut ambles dengan diameter sekitar tiga meter. Di sekitar lokasi juga  sudah diberi pembatas untuk pengamanan.

Sebelum ambles, jalan di lokasi kejadian sempat turun sehingga membentuk cekungan. DPUPKP Kota Yogyakarta kemudian melakukan penanganan dengan mengaspal lokasi tersebut namun kemudian justru ambles.

“Mungkin juga disebabkan oleh faktor cuaca dan usia saluran air limbah. Tetapi, kami tidak ingin saling lempar tanggung jawab. Jika memang bisa kami kerjakan, maka kami akan tindak lanjuti secepatnya. Tentunya, dengan tetap berkoordinasi dengan pihak terkait,” katanya. ***1***

Pewarta : Eka Arifa Rusqiyati

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar