MPLS di SMKN Pundong Bantul memperkenalkan tradisi budaya jawa

id MPLS SMKN Pundong,MPLS kenalkan tradisi budaya jawa,MPLS di SMKN Pundong,kenalkan tradisi budaya jawa

Salah satu permainan tradisional yang dimainkan siswa baru dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMKN 1 Pundong, Bantul, DIY (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Masa pengenalan lingkungan sekolah di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Pundong, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dikonsep dengan kegiatan untuk mengenalkan tradisi budaya Jawa kepada siswa baru agar tetap terjaga kelestariannya.

"Di hari terakhir MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) ini (17/7) kami melaksanakan kegiatan yang berbeda yaitu dengan mengedepankan dan mengenalkan tradisi atau budaya jawa," kata Kepala SMKN 1 Pundong Bantul Sutapa disela pelaksanaan MPLS di sekolah tersebut, Rabu.

Kegiatan kedepankan budaya jawa itu yaitu gelar budaya jawa oleh semua siswa baru berjumlah 288 orang yang mengenakan pakaian tradisional jawa, kegiatan budayahari tersebut diisi dengan beragam permainan tradisional atau dolanan yang tren dimainkan generasi terdahulu.

Beberapa permainan itu diantaranya 'jlok jlik', 'genukan', 'ulo ulo banyu', 'bundon', balap karung, lompat tali, bas basan dan permainan yang dimainkan secara kelompok dan kekompakan lainnya, dan sebagai penutup akan dipentaskan jathilan kolosal oleh siswa baru.

"Tujuannya yang pertama untuk mengembangkan perilaku siswa yang diharapkan bisa memiliki kejujuran, kemudian sikap sportifitas dan kegotongroyongan, selain itu untuk menungkatkan interaksi yang positif antar siswa," katanya.

Dia mengatakan, sebab dengan permainan tradisional tersebut antar siswa terutama siswa baru akan terjalin hubungan yang baik termasuk dengan para guru, sehingga diharapkan nanti timbul etika kemudian dengan pakaian tradisional itu mereka semakin cinta Tanah Air.

"Ada juga kegiatan mengasah keterampilan. Harapannya dengan pengenalan budaya atau tradisi jawa ini anak-anak nanti bisa melestarikan sehingga budaya jawa tidak hilang," katanya.

Dia mengatakan, kegiatan pengenalan budaya Jawa kepada para siswa di sekolah ini sudah dilakukan setiap tahun dalam setiap pelaksanaan MPLS, dan secara umum tema yang diajarkan masih sama, akan tetapi jenis kegiatan terutama permainan tradisional yang dimainkan berbeda.

"Karena ini menjadi agenda rutin untuk pengembangan karakter, sehingga di hari ketiga kami adakan pengenalan budaya. Ini untuk menjaga keberlangsungan permainan, dan kami harapkan mereka tidak terus bermain gadget tapi dengan ini mereka ada variasi permainan," katanya.

Dia mengatakan, sedangkan pada MPLS hari pertama dan kedua diisi dengan kegiatan pengenalan sekolah, kakak kelas dan guru, kemudian pemberian materi bela negara, dan juga bekerja sama dengan Polres Bantul kaitanya dengan pengetahuan tata tertib berlalu lintas.
Baca juga: Bantul tingkatkan wawasan budaya Jawa kepada generasi muda
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar