Pekerja PT KA memeriahkan lomba tarik lokomotif di Yogyakarta

id Lokomotif,lomba tarik,depo lokomotif, kemerdekaan

Lomba tarik lokomotif di Depo Lokomotif Yogyakarta untuk memeriahkan HUT ke-74 Kemerdekaan RI (Eka Arifa Rusqiyati)

Yogyakarta (ANTARA) - Belasan timi pekerja internal PT KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta dan kelompok “rail fan” memeriahkan lomba tarik lokomotif yang digelar di Depo Lokomotif Yogyakarta untuk memeriahkan HUT ke-74 Kemerdekaan RI.

“Acara ini memang diadakan untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatannya tidak hanya lomba tarik lokomotif saja tetapi ada beberapa kegiatan lain, seperti senam hingga lomba kebersihan,” kata Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta Eko Budiyanto di Yogyakarta, Rabu.

Menurut Eko, kegiatan lomba tarik lokomotif di Dipo Lokomotif Yogyakarta bukan kegiatan yang pertama kali dilakukan namun sudah digelar untuk ketiga kalinya guna memeriahkan HUT Kemerdekaan RI namun biasanya hanya terbatas untuk kalangan internal PT KAI.

“Baru pada kegiatan ketiga ini tidak hanya diikuti kalangan internal. Tujuannya untuk edukasi masyarakat,” katanya.

Eko berharap, masyarakat yang biasanya gemar melalukukan swafoto di sekitar rel kereta api atau di aset kereta api bisa memanfaatkan kegiatan tersebut untuk melakukan swafoto dengan lebih aman.

“Kalau swafoto di sekitar rel atau aset kereta api tentu sangat berbahaya. Bisa saja masyarakat tertemper kereta yang sedang melintas. Kita seringkali mendengar berita ada anak-anak atau warga yang tertemper kereta api gara-gara swafoto,” katanya.

Eko berharap, selain untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, kegiatan lomba tarik lokomotif tersebut juga bisa sebagai sarana penyegaran bagi pekerja internal PT KAI khususnya di Daop 6 Yogyakarta.

Tim yang sudah mendaftar sebagai peserta kemudian diundi per dua tim untuk saling diadu menarik dua lokomotif seri CC201 yang sudah disiapkan dan ditambatkan pada sebuah gerbong kereta api untuk keperluan keselamatan. Lokomotif tersebut memiliki berat sekitar 84 ton.

Setiap tim berkekuatan 10 orang. Tim yang mampu membukukan waktu lebih cepat menarik lokomotif hingga batas finis dengan jarak sekitar 10 meter akan ditetapkan sebagai juara dan akan diadu dengan tim lain yang juga memenangi babak penyisihan hingga keluar pemenang. Tim yang kalah langsung tersingkir.

Salah satu tim yang menjadi peserta lomba tarik lokomotif adalah siswa dari SMK Wonosari 2 yang kebetulan sedang melakukan praktik kerja lapangan (PKL) di Depo Lokomotif Yogyakarta.

“Kegiatan ini sangat baik dan menyenangkan. Awalnya memang sangat sulit menarik lokomotif karena berat. Untungnya, tim kami kompak sehingga bisa menang di babak penyisihan,” kata salah satu siswa PKL Aaron Imanuel Panji.

Ia mengatakan, baru pertama kali mengikuti kegiatan tersebut dan tidak melakukan persiapan apapun untuk memeriahkan lomba tarik lokomotif.

“Ada masukan dari bapak-bapak pekerja disini, yang penting tenaganya harus kuat dan kompak karena berbeda sekali dengan tarik tambang,” katanya. 

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar