Presiden Jokowi: Pancasila pemandu persatuan bangsa Indonesia

id Peringatan hari kesaktian pancasila, hari kesaktian pancasila, lubang buaya, G30SPKI, pahlawan revolusi, Jokowi peringat

Presiden Jokowi: Pancasila pemandu persatuan bangsa Indonesia

Ilustrasi ucapan Peringatan Hari Kesaktian Pancasila. (Twitter @jokowi)

Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa Pancasila adalah pemandu persatuan bangsa Indonesia di tengah kekayaan adat, istiadat dan budaya.

"Sebagai dasar negara, Pancasila telah memandu bangsa Indonesia untuk bersatu dalam keberagaman," demikian Presiden dalam cuitannya di media sosial twitter @jokowi yang diikuti oleh ANTARA pada Selasa terkait peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Menurut Jokowi, kendati ujian terjadi kepada bangsa ini, namun nilai-nilai Pancasila tetap mampu merajut persatuan dan kesatuan.





"Berbagai ujian datang menggoyahkan persatuan itu, tapi semuanya terpental oleh komitmen kita bersama untuk mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat," tambah Presiden.

Dalam cuitan itu juga ditampilkan gambar ilustrasi sejumlah orang dengan latar belakang yang beragam menegakkan tiang yang di atasnya terdapat lambang Garuda Pancasila.

Ada juga gambar perempuan berbaju merah dengan tangan kanan menengadah, seperti mengajak pemirsa, sementara tangan kirinya menunjuk kepada Garuda Pancasila.

Presiden Jokowi bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta para istri juga telah mengikuti Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur pada Selasa pagi.

Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila setiap tanggal 1 Oktober untuk mengingat gugurnya tujuh pahlawan revolusi akibat pemberontakan PKI.

Para pahlawan revolusi itu yakni Jenderal (anumerta) Ahmad Yani, Letnan Jenderal (anm) Suprapto, Letnan Jenderal (anm) MT Haryono, Letnan Jenderal (anm) S Parman, Mayor Jenderal (anm) DI Pandjaitan, Mayor Jenderal (anm) Sutoyo Siswomiharjo, dan Kapten (anm) Pierre Tendean. 


 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar