Kerajinan gamelan Bantul banyak dipesan pelanggan luar Jawa

id gamelan,bantul

Kerajinan gamelan Bantul banyak dipesan pelanggan luar Jawa

Seorang perajin membuat alat musik gamelan di Sentra Kerajinan Gamelan di Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). ANTARA/Ibrahim Hasan

Bantul (ANTARA) - Perajin alat musik gamelan di Sentra Kerajinan Gamelan Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) banyak mendapat pesanan dari pelanggan luar Pulau Jawa untuk digunakan dalam acara adat di berbagai daerah.

"Daerah pemesan gamelan seperti Aceh, Lampung, Kalimantan hingga Papua," kata Legiyono, pemilik rumah produksi gamelan "Daliyo Legiyono" di Banguntapan, Bantul, Selasa.

Legiyono mengatakan salah satu instrumen gamelan yang biasa digunakan untuk alat musik iringan acara adat di luar Jawa itu adalah kempul yang dijual Rp2,2 juta per unit.



Legiyono menjelaskan saat ini penjualan paling banyak berasal dari pesanan eceran dibandingkan paket besar. Penjualan paling banyak mencapai Rp12 juta- Rp15 juta per bulan, sedangkan per set gamelan minimal Rp80 juta ke atas menyesuaikan bahan.

"Dibanding pesanan satu set gamelan, pemesan lebih dominan per instrumen. Ongkos kirim juga menjadi kendala di setiap pemasaran gamelan, " kata dia.

Kerajinan gamelan yang sudah ada sejak 1954 didirikan oleh Almarhum Daliyo ini diteruskan putranya Legiyono hingga sekarang atas dasar melestarikan kebudayaan alat musik gamelan.

"Sudah dipesan sama ayah saya, kalau membuat gamelan jangan asal-asalan bunyi, bunyinya harus sesuai standar," kata dia.



Oleh karena itu dalam produksi pencon (bonang, kenong, ketuk, kempul dan gong besar) ia lebih sering melipat plat logam atau tidak menyambungkan antara atas dan bawah pencon dengan las.

"Kenong itu paling lama dan sulit melipatnya karena paling dalam (lebar tingginya). Kalau dilas bisa dapat sepuluh kenong, kalau teknik melipat cuma dapat satu," kata Legiyono.

Legiyono berharap masyarakat dan pemerintah selalu menjaga dan melestarikan alat musik gamelan dengan mempertahankan kualitas bahan dan bunyi dari berbagai instrumen gamelan yang ada.
 
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar