DPUPKP Sleman memprioritaskan perbaikan drainase di titik genangan parah

id Genangan air,DPUPKP Sleman,Sleman,Kabupaten Sleman,Hujan deras

DPUPKP Sleman memprioritaskan perbaikan drainase di titik genangan parah

Dokumen: Sejumlah truk melintasi Jalan Yos Sudarso yang rusak, di Bandarharjo, Semarang, Jawa Tengah, Senin (26/2). Kerusakan jalan di sejumlah titik di jalur Pantura tersebut disebabkan genangan air setelah hujan dalam sebulan terakhir dan berdampak antrean panjang kendaraan bermotor. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/tom/18.

Sleman (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan di Sleman masih ada beberapa titik yang muncul genangan air parah saat hujan deras akibat tidak optimalnya drainase sehingga menjadi prioritas penanganan.

"Ada tiga titik genangan yang cukup parah, daerah sekitar Pasar Condongcatur, UPN Veteran dan Ambarrukmo Plaza menjadi titik prioritas untuk perbaikan drainase. Perbaikan drainase ini tidak bisa sepotong-sepotong," kata Kepala DPUPKP Kabupaten Sleman Sapto Winarno di Sleman, Selasa.

Menurut dia, pada 2020 titik prioritas tersebut akan didahulukan untuk dilakukan perbaikan. Selanjutnya, drainase lain di Sleman akan diperbaiki secara bertahap.

"Prioritas kami di tiga titik tersebut dulu, kalau yang lain relatif aman karena sudah ada embung," katanya.

Ia mengatakan, melubernya air dari saluran drainase sebenarnya bukan hanya diakibatkan dimensi drainase yang sudah tidak sesuai. Perilaku masyarakat yang sering membuang sampah di saluran drainase juga berpengaruh.

"Perilaku tersebut memiliki andil tersumbatnya saluran drainase," katanya.

Sapto mengatakan permasalahan tersumbatnya saluran drainase bukan hanya di Jalan Kaliurang. Di beberapa titik genangan, turut ditemukan hal yang sama.

"Guna mencegah tersumbatnya saluran drainase, kami telah melakukan beberapa kali upaya untuk membersihkan sampah dari saluran drainase. Namun setiap kali terjadi hujan lebat masih terjadi genangan. Sampai saat ini kami terus melakukan normalisasi drainase," katanya.

Ia mengatakan selain masalah sampah, permasalahan muncul ketika dilakukan pekerjaan perbaikan saluran drainase. Karena saat ini rata-rata lokasi drainase berada dekat dengan permukiman warga sehingga ada dampak yang ditimbulkan.

"Dampaknya kemacetan dan debu, contohnya. Jika ada kegiatan perbaikan kami minta masyarakat memaklumi, karena ini kalau selesai akan mengurangi genangan," katanya.

Pada tahun depan, kata dia, DPUPKP Sleman memiliki anggaran total sekitar Rp10-15 miliar untuk penanganan drainase yang mencakup seluruh wilayah Sleman.
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar