Satpol PP Yogyakarta masih menemukan pelajar menongkrong di warnet

id Belajar di rumah,pelajar yogyakarta,pencegahan covid

Satpol PP Yogyakarta masih menemukan pelajar menongkrong di warnet

Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta masih mendapati pelajar yang menongkrong di warnet pada jam belajar. (ANTARA/Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta masih menemukan sejumlah pelajar menongkrong dan menghabiskan waktu di warung internet atau tempat gim daring pada jam belajar selama penerapan kebijakan belajar di rumah.

“Patroli terus kami lakukan secara rutin dan masih ada saja pelajar yang berkumpul dan menghabiskan waktu di warmindo, warnet, dan gim online,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Yogyakarta Agus Winarto di Yogyakarta, Kamis.

Sebagian besar pelajar yang kedapatan menghabiskan waktu di luar rumah saat jam belajar adalah pelajar yang duduk di bangku SMA/SMK atau sederajat, sisanya siswa SMP.

“Sekitar 10 orang per hari yang ditemukan nongkrong. Namun, jumlahnya semakin hari semakin berkurang,” kata Agus.

Pelajar yang kedapatan menghabiskan waktu di luar rumah saat jam belajar tersebut kemudian diminta membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing untuk belajar. “Pastinya ada tugas dari guru yang harus diselesaikan. Mereka kami minta segera pulang,” kata Agus.

Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta menerapkan kebijakan belajar dari rumah untuk meminimalkan risiko penularan virus Corona. Kebijakan tersebut diberlakukan mulai 23 Maret hingga 31 Maret dan sesudahnya akan dievaluasi kembali.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Budhi Asrori mengatakan, masih ada beberapa kendala dalam pelaksanaan kegiatan belajar di rumah.

“Penyampaian materi pelajaran mungkin sedikit terkendala. Masing-masing sekolah pun memiliki metode pembelajaran yang berbeda-beda,” katanya.

Selain itu, dia mengatakan, ada siswa yang merasa senang dan sangat menikmati pola pembelajaran secara daring tetapi ada pula siswa yang merasa tidak bisa menikmati pola pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung.

“Peran orang tua dalam keberhasilan pembelajaran secara online sangat dibutuhkan. Terutama bagi siswa kelas 1,2 dan 3 SD. Ini juga cukup sulit. Banyak orang tua yang mengeluh,” katanya.

Oleh karena itu, menurut dia, Dinas Pendidikan akan mengevaluasi berbagai kendala yang dialami dan mencoba mencari jalan tengahnya sehingga materi pembelajaran bisa disampaikan dengan baik, dan siswa pun bisa menerimanya dengan baik.
 

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar