Rano "Si Doel" Karno mengajak siswa optimalkan Rumah Belajar Kemendikbud

id rumah belajar,kemendikbud,Rumah Belajar Kemendikbud,siswa optimalkan Rumah Belajar Kemendikbud,siswa optimalkan Rumah Be

Rano "Si Doel" Karno mengajak siswa optimalkan Rumah Belajar Kemendikbud

Dua siswa SD di Tanjungpinang menunjukkan SE belajar di rumah di masa tanggap darurat COVID-19. (Ogen)

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi X DPR RI Rano Karno mengajak masyarakat untuk mengoptimalkan penggunaan platform daring Rumah Belajar yang dikembangkan Kemendikbud sebagai salah satu sumber referensi belajar di tengah pandemi COVID-19.

“Platform Rumah Belajar yang dikembangkan Kemendikbud ini bisa menjadi solusi bagi pelajar dan masyarakat agar tetap bisa belajar dengan optimal di saat kita harus di rumah karena wabah COVID-19,” kata pemeran Si Doel dalam Film Si Doel Anak Sekolahan itu di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, seluruh masyarakat harus mulai membuka diri untuk mengakses aplikasi digital dalam semua bidang termasuk dalam proses belajar.

Baca juga: Kedatangan bus AKAP di Terminal Giwangan Yogyakarta berkurang hingga 90 persen

Terlebih ia menilai platform Rumah Belajar sudah termasuk unggul ketimbang aplikasi digital serupa milik swasta. Meski ia mengakui masih perlu upaya agar platform daring Rumah Belajar bisa semakin berkembang optimal.

Namun, Rano mengimbau, supaya sasaran itu tercapai maka perlu kerja sama semua pihak tidak semata dibebankan seluruhnya kepada Kemendikbud karena sejatinya Rumah Belajar adalah milik seluruh bangsa dan negara ini.

"Jadi dari kita semua harus juga mendukung, membantu dan ikut berkontribusi pikiran jika memang aplikasi Rumah Belajar ingin populer. Back up juga sosialisasinya supaya dapat diketahui ke seluruh wilayah di Indonesia," ujar Rano.

Survei yang diselenggarakan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) merilis bahwa platform Rumah Belajar milik Kemendikbud kurang dikenal dan dimanfaatkan oleh siswa.

Sebanyak 76,6 persen responden mengaku mereka tidak pernah menggunakan apikasi digital Rumah Belajar Kemendikbud. Sedangkan sisanya 23,4 persen menggunakan platform Rumah Belajar karena tugas sekolah diberikan Guru.

Baca juga: Diskopukmnakertrans: 1.488 pekerja di Yogyakarta dirumahkan dampak COVID-19

Sementara 56,9 persen murid di Indonesia menyatakan sama sekali tidak pernah mendengar dan mengetahui adanya platform Rumah Belajar milik Kemendikbud.

Platform Rumah Belajar adalah hasil pengembangan portal sebelumnya yang diluncurkan Kemendikbud pada 15 Juli 2011.

Portal ini berisi konten bahan belajar yang dapat dimanfaatkan oleh pendidik dan peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) sebagai sumber media pembelajaran.
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar