UNY mewisuda 1.264 lulusan secara daring

id uny,wisuda

UNY mewisuda 1.264 lulusan secara daring

Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Prof Sutrisna Wibawa (HO-Humas UNY)

Yogyakarta (ANTARA) - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mewisuda sebanyak 1.264 lulusan strata tiga (S3), strata dua (S2), strata satu (S1), dan diploma tiga (D3) secara daring atau virtual, Sabtu.

Sebanyak 1.264 wisudawan periode pertama tahun akademik 2020/2021 itu terdiri atas 25 lulusan S3 (doktor), 152 lulusan S2 (magister), 1.010 lulusan S1 (sarjana), dan 77 lulusan D3.

Rektor UNY Prof Sutrisna Wibawa dalam sambutannya mengatakan sebagai lulusan UNY, para wisudawan telah dipersiapkan untuk menjadi calon guru dan tenaga kependidikan yang kompeten. Walaupun demikian para wisudawan lulus dalam kondisi sistem pendidikan yang berbeda.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mencanangkan program Merdeka Mengajar, Merdeka Belajar. Merdeka Mengajar secara umum memberikan kesempatan kepada guru untuk berperan secara maksimal dengan memberikan keleluasaan dalam mengambil keputusan instruksional untuk diimplementasikan di kelas.

"Oleh karena itu, para wisudawan  perlu memiliki inovasi dan keterampilan mengambil keputusan dan mempertanggungjawabkan keputusan instruksional yang diambil," kata Sutrisna.

Untuk dapat berperan secara optimal dalam era merdeka belajar, kata dia, wisudawan harus mempunyai kecakapan khusus sehingga menjadi guru yang "merdeka", guru yang juga pembelajar otonom, yakni kecakapan dan kapasitas untuk belajar mandiri dan menentukan arah pembelajaran kalian sendiri.

Apalagi karena kalian semua lulus pada saat dunia pendidikan dan pembelajaran mengalami perubahan yang sangat signifikan dari pembelajaran tatap muka atau luring (luar jaringan) menjadi pembelajaran non-tatap muka atau daring.

"Mungkin di antara para wisudawan belum banyak dibekali dengan kecakapan melakukan pembelajaran daring, menggunakan 'Learning Management System' daring dan 'blended learning," katanya.
 
Dengan memiliki kapasitas "self-regulated learning", para wisudawan dapat melakukan analisa kebutuhan belajar dan menentukan bagaimana kalian memenuhi kebutuhan belajar. Dengan kecakapan sebagai guru yang sekaligus pembelajar ini, kalian juga akan dapat mengambil keputusan instruksional yang tepat dan mempertanggungjawabkan keputusan yang sudah diambil.

Ia mengatakan kemampuan membuat analisis situasi instruksional yang tepat sebagai dasar pengambilan keputusan adalah kemampuan yang mutlak yang harus dimiliki agar dapat menjadi guru yang merdeka.

Untuk mendapatkan kemampuan tersebut  para wisudawan  perlu mengasah kemampuan reflektif dengan selalu mengevaluasi setiap keputusan dan tindakan instruksional yang dilakukan dan menggunakan hasil evaluasi tersebut untuk perbaikan dan inovasi pembelajaran.

Selain itu, para wisudawan perlu memiliki keterampilan memberikan alternatif kepada siswa terkait sumber belajar dan cara siswa belajar. Kegiatan dan pengalaman belajar yang disediakan guru harus variatif sehingga tersedia pilihan sesuai karakteristik dan gaya belajar siswa.

Guru milenial adalah guru yang mempesona. Guru yang mempesona tidak mengacu pada guru yang cantik atau ganteng. Guru yang mempesona adalah guru yang "highly efficacious", yakni guru yang meyakini bahwa dia mampu mengontrol "outcome", "highly engaged" (guru yang mendedikasikan waktu dan profesinya), dan "highly autonomous" (guru memiliki otonomi instruksional yang tinggi).

Guru milenial juga guru yang mengetahui dengan pasti karakter dan kebutuhan belajar peserta didik di era milenial. Guru perlu memahami bahwa pembelajar milenial sangat dekat dengan gadget, seperti smartphone, ipad, dan laptop. Cara belajar mereka juga cara yang bisa membuat mereka senang.

"Mereka tidak akan dapat dipaksa belajar secara serius. Oleh karena itu, kalian sebagai lulusan di era milenial harus mampu menganalis keadaan dan karakteristik serta kebutuhan belajar peserta didik dan mengintegrasikan dengan pembelajaran kalian. Misalnya, kalian perlu memasukan unsur permainan (gamification) dalam pembelajaran kalian," kata Sutrisna.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar