Lima PKL Jalan Sudirman Kota Yogyakarta pilih direlokasi ke Pasar Pingit

id PKL,Jalan Jenderal Sudirman Yogyakarta,relokasi

Lima PKL Jalan Sudirman Kota Yogyakarta pilih direlokasi ke Pasar Pingit

Pekerjaan revitalisasi trotoar di Jalan Jenderal Sudirman Yogyakarta dari sisi barat Jembatan Gondolayu hingga Simpang Tugu Yogyakarta, 8 Desember 2020. (Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Lima dari 27 pedagang kaki lima yang terdata berjualan di pedestrian Jalan Jenderal Sudirman Kota Yogyakarta, khususnya dari sisi barat Jembatan Gondolayu hingga simpang Tugu memilih mendaftar untuk direlokasi ke Pasar Pingit.



“Baru ada lima pedagang kaki lima (PKL) yang mendaftar. Mereka sudah menyerahkan KTP untuk direlokasi ke Pasar Pingit,” kata Camat Jetis Sumargandi di Yogyakarta, Selasa.



Menurut dia, pedagang kaki lima tidak dipaksa untuk mengikuti relokasi ke Pasar Pingit atau pasar tradisional lain, tetapi pedagang bisa memilih untuk mencari tempat berjualan di lokasi lain yang dianggap strategis.



“Kami memberikan fasilitasi di pasar tradisional. Tetapi, jika tidak berkenan maka bisa mencari tempat sendiri yang dinilai strategis dan tentunya tidak berada di lokasi larangan berjualan untuk PKL,” katanya.



Bagi PKL yang sudah memilih untuk direlokasi ke pasar tradisional, Sumargandi mengatakan, akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta terkait penempatannya.



“Kami segera komunikasikan ke Dinas Perindag untuk mengetahui los mana yang bisa ditempati,” katanya.



Relokasi PKL dari Jalan Jenderal Sudirman tersebut dilakukan karena PKL tidak lagi diizinkan berjualan di sepanjang trotoar di ruas jalan tersebut usai direvitalisasi.



Proses revitalisasi trotoar di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dari sisi barat Jembatan Gondolayu hingga simpang Tugu Yogyakarta ditargetkan selesai menjelang akhir Desember.



Selain tidak lagi diperbolehkan digunakan untuk PKL berjualan, juga akan dilakukan penataan parkir di ruas jalan tersebut dan di sekitar simpang Tugu.



“Parkir bisa dialihkan ke tempat lain. Misalnya di depan atau di belakang Pasar Kranggan serta ada juga Balai Kampung yang dikenal dengan nama Kebon Dalem yang bisa dimanfaatkan untuk parkir. Bisa dikerjasamakan dengan kampung untuk pengelolaannya,” katanya.



Sebelumnya, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi juga menyebut akan melakukan penataan parkir di sekitar simpang Tugu. Saat ini, simpang Tugu juga sedang direvitalisasi sehingga nantinya terbebas dari berbagai kabel udara, baik kabel listrik maupun fiber optic.



“Perlu ditata parkir untuk pengunjung. Setelah direvitalisasi, kawasan Tugu ini pasti menjadi ikon wisata yang menarik lebih banyak wisatawan untuk datang,” katanya.



Penataan parkir tersebut, lanjut dia, juga perlu dilakukan karena rencana revitalisasi akan dilanjutkan ke Jalan Margo Utomo.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar