Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui Biro Komunikasi menyiapkan buku panduan komunikasi krisis kepariwisataan untuk mencegah, merespons, dan memulihkan kondisi krisis kepariwisataan melalui komunikasi.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis, menjelaskan pentingnya komunikasi krisis untuk memulihkan bencana, baik bencana alam ataupun non-alam sehingga pesan dapat segera sampai kepada stakeholder pariwisata untuk segera ditetapkan kebijakan.
"Semua stakeholder (pemangku kepentingan) ingin bangkit lebih cepat, pulih lebih kuat. Oleh karena itu peran komunikasi krisis sangat diperlukan untuk menyampaikan pesan agar bisa segera diambil kebijakan yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu," ujar Sandiaga.
Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf I Gusti Ayu Dewi Hendriyani dalam acara talkshow komunikasi krisis kepariwisataan di Bali Tourism Media Center (BTMC), Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Bali mengatakan, dalam upaya memaksimalkan substansi dari panduan ini..
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemenparekraf susun buku panduan komunikasi krisis kepariwisataan
