Tak sekadar ibadah, puasa kuatkan karakter bangsa wujudkan generasi emas

id Kemendikdasmen ,Mendikdasmen Mu'ti ,Generasi Emas 2045

Tak sekadar ibadah, puasa kuatkan karakter bangsa wujudkan generasi emas

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti di ANTARA Heritage Center, Jakarta, Rabu (5/2/2025). ANTARA/Sean Filo Muhamad

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa ibadah puasa memiliki peran strategis dalam membentuk karakter manusia, yang pada akhirnya berkontribusi dalam mencetak generasi emas Indonesia 2045.

Dalam ceramah bertema Pendidikan Akhlak Menuju Generasi Emas 2045, Mendikdasmen Mu’ti menyoroti bahwa puasa bukan sekadar ibadah ritual, tetapi juga sarana pembinaan diri yang mengarahkan manusia menuju kebahagiaan dan kemuliaan.

"Puasa bukan hanya sekadar ritual, tetapi bagian dari proses pendidikan agar kita menjadi hamba Allah yang berakhlakul karimah," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Ia menekankan bahwa visi Indonesia Emas 2045 merupakan harapan besar para pendiri bangsa, sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945 serta Pasal 33 Ayat 1.

Dalam Pembukaan UUD 1945, alinea keempat menyebutkan bahwa salah satu tujuan utama berdirinya negara Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Sementara itu, Pasal 33 Ayat 1 menggarisbawahi pentingnya sistem pendidikan nasional yang mengembangkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Kaitan antara tujuan berdirinya negara dan pendidikan sangat erat, sehingga ibadah puasa juga memiliki relevansi yang kuat dalam membentuk generasi unggul,” lanjutnya.

Baca juga: Waktu yang baik minum kopi atau teh saat puasa sesuai saran dokter gizi

Ia menambahkan bahwa berbagai kajian tafsir menunjukkan bahwa puasa adalah bagian dari proses edukasi untuk membentuk manusia bertakwa dan berkarakter.

“Ibadah puasa adalah kesempatan untuk membersihkan jiwa dan ruhani kita dari sifat-sifat tercela yang dapat menjerumuskan manusia ke dalam perilaku buruk,” ungkapnya.

Lebih jauh, Mu’ti menggambarkan Generasi Emas 2045 sebagai individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki ketakwaan sebagai kunci kemuliaan manusia dan kejayaan bangsa.

“Generasi emas ini dapat terbentuk melalui latihan menahan diri dalam puasa, belajar tidak rakus, merasa cukup dengan apa yang dikonsumsi, bersyukur, serta meningkatkan kesejahteraan dengan berbagi kepada sesama,” jelasnya.

Menurutnya, sikap-sikap tersebut perlu tertanam dalam diri generasi mendatang agar mereka tidak hanya sukses secara individu, tetapi juga memiliki dedikasi dalam membangun masyarakat dan menggerakkan kemajuan bangsa.

Baca juga: Satgas Pangan DIY menggencarkan pengawasan sembako selama bulan puasa

Baca juga: Tak perlu nunggu cuti, Pemerintah terapkan flexible work arrangement mulai 24 Maret 2025

Baca juga: Selama Ramadhan ASN Jabar diminta masuk lebih pagi dan pulang siang, bagaimana di daerah lain?



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mendikdasmen: Puasa kuatkan karakter bangsa wujudkan generasi emas

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2025